Antara Ambisi dan Cinta
“Daddy, aku cuma… aku enggak mau dilihat lemah. Semua orang selalu menuntut aku jadi hebat, jadi kuat. Bahkan di proyek, aku harus tunjukkan GZ Corp enggak kalah dari Lazuardy Corp.”
Kenzo menunduk, menatap putrinya dengan tatapan yang melembut namun penuh kekuatan. “Cantika… kamu selalu jadi anak Daddy yang paling keras kepala, paling ingin menang. Tapi dengar baik-baik: kekuatan seorang perempuan bukan diukur dari seberapa banyak proyek yang dia kawal. Kekuatanmu sekarang ada di sini—” tangannya menunjuk perut Cantika dengan pelan, “—menjaga dua nyawa yang menunggu lahir.”
Air mata Cantika mulai menetes tanpa ia sadari.