Pelukan Terlarang
Ponselnya bergetar, sebuah pesan masuk dari nomor yang tak dikenal:
Kalau tidak ingin foto itu tersebar luas, bersiaplah untuk memenuhi permintaan berikutnya.
Hana membeku. Pesan itu tanpa nama, tanpa tanda tangan. Hanya sebaris kalimat, tapi cukup untuk membuatnya menggigil.
Air matanya mengalir, bukan hanya karena rasa takut, tapi juga karena ia tahu kini ada seseorang yang berniat menghancurkannya.
Namun di sela-sela rasa takut itu, ada satu hal yang terus berputar di benaknya: wajah Arga, tatapan matanya, kata-katanya yang tegas. *Jangan dipendam sendiri*.
Hot Chapters