Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Teman Ranjang Sang Pewaris (Karma Cinta)

Teman Ranjang Sang Pewaris (Karma Cinta)

"Kalau kamu pergi tidak dengan cara seperti ini, aku pasti tidak akan jadi begini. Di mana kamu Jessi? Mau sampai kapan kamu bermain petak umpet denganku?" Jam masih menunjukkan pukul 14.00 waktu setempat. Karena hari ini Farrel sudah tidak memiliki jadwal lain, maka sudah tidak ada pekerjaan yang harus ia selesaikan. Merasa dirinya memiliki waktu luang, Farrel memilih pulang ke apartemen.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Om, I Love You!!

Om, I Love You!!

Meski saat naik permainan dengan ketinggian Haris masih harus menutup mata dan gugup. Saat naik Ferris Wheel, Haris sudah lumayan bisa menguasai phobianya. Ia tak segugup di awal naik segala macam wahana dengan ketinggian tadi. Haris melirik jam tangannya, jam 16.30 sore. Mereka berdua bahkan belum makan siang karena terlalu enjoy dengan semua permainan. Dan beberapa kali juga Brisya membeli makanan ringan yang belum pernah ia lihat dan makan.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
KAU REBUT SUAMIKU, KUPACARI AYAHMU

KAU REBUT SUAMIKU, KUPACARI AYAHMU

Sekali lagi Fiona mengguncangkan tubuh Fahri dan kali ini pria itu sampai terjatuh karena Fiona sedikit kasar membangunkannya. "Apaan sih, Dek, Mas masih ngantuk nih. Lagian masih malam juga kan?" "Heh lihat jam ini sudah jam sebelas siang. Dikata masih malam mata lu buta?" "Apa! Jam sebelas?!" pekik Fahri dengan tubuh yang langsung terduduk. Fiona mengerutkan dahinya melihat reaksi Fahri yang menurutnya sedikit berlebihan. "Kenapa sih? Lebay amat."
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Hati yang Tak Bergeming

Hati yang Tak Bergeming

Javas Balakosa telah naik takhta. Dia memahkotai Garwita Ranjana sebagai permaisuri. Sedangkan Gantari Ranjana, istri sah yang menemaninya berdarah-darah dan bertarung dari status pangeran hingga menduduki takhta, hanya mendapatkan gelar selir agung. Hari saat titah kerajaan diturunkan, Istana Ayodya hening mencekam. Para pelayan menundukkan kepala dan menahan napas. Mereka takut Gantari akan menangis, mengamuk, melempar barang-barang, atau histeris seperti para selir yang kehilangan kasih sayang kaisar. Namun, Gantari justru menerima titah itu dengan tenang. "Saya mengucapkan terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia." Suaranya datar, tanpa ada ekspresi di wajahnya. Bahkan di mata almon
14.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 503 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Ah! Enak Mas Dokter

Ah! Enak Mas Dokter

Baru saja mereka merencanakan pernikahan dan memulai kehidupan bahagia, kenapa cobaan kembali datang? Sekuat tenaga ia berusaha membuang jauh semua pikiran buruk yang muncul. Namun, firasatnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres di sana. "Mas Barta!" gumam Sisca sambil memegang dada yang tiba-tiba terasa sesak. Napasnya nyaris habis. Pandang matanya tertuju pada jam dinding di depan, melihat angka yang menunjukkan jam sebelas malam.
9.63.6M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86.0K kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Tampilkan Ulasan (151)
Baca
+Pustaka
Klan Qing
Izin promosi ya Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain reinkarnasi Jenderal Perang dan memiliki Tubuh Kaisar Langit, Lin Chen juga mendapatkan 3 Guru yang notabenenya adalah 3 Dewa Kuno dari Alam Atas.
Mrs.B
Maaf thor, izin promo novel teman ya. judulnya "Di antara suamiku dan sahabatnya: Rahasia di balik kehamilanku." Premis: ttg istri yang kesepian karena suami dingin workaholic lalu datang sahabat suami yang pengertian
Baca Semua Ulasan
Pertaruhan Hati di Tengah Dendam

Pertaruhan Hati di Tengah Dendam

"Secepat itu?" "Tentu. Waktu tidak menunggu siapa pun." Nada suara Bos Willi tidak memberi celah bantahan. Gelas anggur di tanganku terjatuh, dan pecahannya menyebar di lantai. Serpihan kecil menggores ujung jariku, darah merah muncul, tapi aku sama sekali tak merasakan sakit. Julian langsung menghampiriku, dan menggenggam tanganku dengan ekspresi penuh perhatian.
18.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 618 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
HASRAT TERLARANG ADIK TIRI

HASRAT TERLARANG ADIK TIRI

Chloe menggigit jarinya dengan cemas. Langkahnya mondar-mandir di dalam kamar yang sunyi. Pikirannya sudah dipenuhi oleh kata-kata Zoya yang ia dengar siang tad. Waktu baru pukul enam sore. Namun matanya melirik jam dinding setiap lima detik sekali, menandakan betapa gelisahnya ia menunggu waktu berlalu. Dia sudah memutuskan untuk menghentikan Dante pergi ke klub malam ini, tetapi ia tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan niatnya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Gaza melemparkan kunci mobil. ***** Suara puja terdengar oleh indera Gaza yang menandakan bahwa sekarang sudah pukul enam pagi. Lelaki itu terbangun dari tidur dengan posisi duduk. Di depannya, kini Ismoyo masih terbaring lemah. Gaza masuk ke kamar mandi di dalam ruang perawatan si bos. Sambil menunggu Dania dan Rukayah datang, dia mencoba menghubungi Yanti. Namun sayang, ponsel perempuan itu tidak aktif.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Hasrat Yang Tertunda

Hasrat Yang Tertunda

“Sebaiknya kau jangan pulang malam besok” “Biasanya aku pulang jam delapan paling malam, tapi karena aku menunggu anda jadi aku menggantikan temanku untuk pulang malam. Oya, Apa ada yang ingin anda bicarakan tuan?” “Maaf, karena menungguku kau jadi pulang larut begini” ucap Rey merasa bersalah. “Tidak apa tuan, aku tidak keberatan menunggu anda” Arlin menyelipkan helaian rambutnya di telinga, terlihat manis hingga membuat Rey menatapnya beberapa saat.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

Seheboh inikah hanya karena Fajarina? Aku sudah beberapa kali tertidur, namun terbangun lagi karena fikiranku melayang kemana-mana. Padahal Fateh tidur pulas. Harusnya bisa kumandangkan waktu ini untuk beristirahat dengan nyenyak. Apalagi seharian ini sungguh menguras tenaga dan emosi. Kucoba memejamkan kembali mataku. ________ Aku mendengar suara Mas Yusuf dan Daffa, sepertinya mereka baru saja sampai rumah. Kulihat pukul berapa sekarang, ternyata sudah pukul 23.35 Wib.
1011.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status