Simpanan Ayah Angkat
Jam dinding menunjukkan pukul tiga pagi, waktu yang sering disebut-sebut sebagai saat paling rawan.
Matanya menatap sudut kamar yang remang-remang. Samar-samar, dia merasa ada sesuatu yang mengawasinya dari balik bayangan. Ketika ia mencoba menenangkan diri, sebuah firasat buruk menyesakkan dadanya—seperti pertanda bahwa kesialan besar sedang menunggunya di balik fajar.
"Ada apa, Arumi?"
Arumi menoleh, dan mendapati Rain telah terbangun. "Arumi ...."