Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Teman Ranjang Sang Pewaris (Karma Cinta)

Teman Ranjang Sang Pewaris (Karma Cinta)

"Kalau kamu pergi tidak dengan cara seperti ini, aku pasti tidak akan jadi begini. Di mana kamu Jessi? Mau sampai kapan kamu bermain petak umpet denganku?" Jam masih menunjukkan pukul 14.00 waktu setempat. Karena hari ini Farrel sudah tidak memiliki jadwal lain, maka sudah tidak ada pekerjaan yang harus ia selesaikan. Merasa dirinya memiliki waktu luang, Farrel memilih pulang ke apartemen.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as firasat hati berdebar jam 17-18
Read
+Library
AKU BUKAN MENANTU IMPIAN

AKU BUKAN MENANTU IMPIAN

Love you) Lalu emoticon hati warna merah tiga biji berderet, mengakhiri pesan mereka. Fara melirik jam di ponselnya. Jam tujuh tiga puluh menit. Memang waktu jam kerja di mulai. Fara tersenyum meneruskan makannya. Moodnya yang tadi hilang, kini sudah kembali lagi. Semangkok lontong sayur sudah habis di santapnya. Badannya kembali segar bugar. Pagi ini ia siap mengasuh putra kebanggaan.
4.4K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as firasat hati berdebar jam 17-18
Read
+Library
Om, I Love You!!

Om, I Love You!!

Meski saat naik permainan dengan ketinggian Haris masih harus menutup mata dan gugup. Saat naik Ferris Wheel, Haris sudah lumayan bisa menguasai phobianya. Ia tak segugup di awal naik segala macam wahana dengan ketinggian tadi. Haris melirik jam tangannya, jam 16.30 sore. Mereka berdua bahkan belum makan siang karena terlalu enjoy dengan semua permainan. Dan beberapa kali juga Brisya membeli makanan ringan yang belum pernah ia lihat dan makan.
1015.2K viewsCompletedAdded to Library 394 Times as firasat hati berdebar jam 17-18
Read
+Library
Simpanan Ayah Angkat

Simpanan Ayah Angkat

Jam dinding menunjukkan pukul tiga pagi, waktu yang sering disebut-sebut sebagai saat paling rawan. Matanya menatap sudut kamar yang remang-remang. Samar-samar, dia merasa ada sesuatu yang mengawasinya dari balik bayangan. Ketika ia mencoba menenangkan diri, sebuah firasat buruk menyesakkan dadanya—seperti pertanda bahwa kesialan besar sedang menunggunya di balik fajar. "Ada apa, Arumi?" Arumi menoleh, dan mendapati Rain telah terbangun. "Arumi ...."
1063.3K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as firasat hati berdebar jam 17-18
Read
+Library
Pertaruhan Hati di Tengah Dendam

Pertaruhan Hati di Tengah Dendam

"Secepat itu?" "Tentu. Waktu tidak menunggu siapa pun." Nada suara Bos Willi tidak memberi celah bantahan. Gelas anggur di tanganku terjatuh, dan pecahannya menyebar di lantai. Serpihan kecil menggores ujung jariku, darah merah muncul, tapi aku sama sekali tak merasakan sakit. Julian langsung menghampiriku, dan menggenggam tanganku dengan ekspresi penuh perhatian.
18.6K viewsCompletedAdded to Library 614 Times as firasat hati berdebar jam 17-18
Read
+Library
HASRAT TERLARANG ADIK TIRI

HASRAT TERLARANG ADIK TIRI

Jalanan menuju rumah terasa sunyi, dicengkeram keheningan jam empat pagi. Wajah Dante yang babak belur, kini sudah dibersihkan dan diobati seadanya. Mereka tiba di rumah dengan jantung berdebar. Rumah itu tampak gelap diselimuti bayangan malam.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as firasat hati berdebar jam 17-18
Read
+Library
Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Gaza melemparkan kunci mobil. ***** Suara puja terdengar oleh indera Gaza yang menandakan bahwa sekarang sudah pukul enam pagi. Lelaki itu terbangun dari tidur dengan posisi duduk. Di depannya, kini Ismoyo masih terbaring lemah. Gaza masuk ke kamar mandi di dalam ruang perawatan si bos. Sambil menunggu Dania dan Rukayah datang, dia mencoba menghubungi Yanti. Namun sayang, ponsel perempuan itu tidak aktif.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 275 Times as firasat hati berdebar jam 17-18
Read
+Library
Hasrat Yang Tertunda

Hasrat Yang Tertunda

“Sebaiknya kau jangan pulang malam besok” “Biasanya aku pulang jam delapan paling malam, tapi karena aku menunggu anda jadi aku menggantikan temanku untuk pulang malam. Oya, Apa ada yang ingin anda bicarakan tuan?” “Maaf, karena menungguku kau jadi pulang larut begini” ucap Rey merasa bersalah. “Tidak apa tuan, aku tidak keberatan menunggu anda” Arlin menyelipkan helaian rambutnya di telinga, terlihat manis hingga membuat Rey menatapnya beberapa saat.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as firasat hati berdebar jam 17-18
Read
+Library
MY TREASURE

MY TREASURE

“Satu Tahun Sembilan Bulan Sebelum Mereka Bertemu” Jam weker di samping tempat tidur membuat seorang gadis berusia sembilan belas tahun sedikit berjengit. Dia mengernyit dengan wajah kesal saat mematikan alaram pada weker yang menjerit membangunkan sang pemilik. Jarum panjangnya menunjukkan angka sebelas sedangkan jarum pendeknya menunjukkan angka enam. Pukul tujuh kurang lima menit.
10107.4K viewsCompletedAdded to Library 4.3K Times as firasat hati berdebar jam 17-18
Read
+Library
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

Seheboh inikah hanya karena Fajarina? Aku sudah beberapa kali tertidur, namun terbangun lagi karena fikiranku melayang kemana-mana. Padahal Fateh tidur pulas. Harusnya bisa kumandangkan waktu ini untuk beristirahat dengan nyenyak. Apalagi seharian ini sungguh menguras tenaga dan emosi. Kucoba memejamkan kembali mataku. ________ Aku mendengar suara Mas Yusuf dan Daffa, sepertinya mereka baru saja sampai rumah. Kulihat pukul berapa sekarang, ternyata sudah pukul 23.35 Wib.
1011.3K viewsOngoingAdded to Library 226 Times as firasat hati berdebar jam 17-18
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status