Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ibu Susu Anak Hot Duda

Ibu Susu Anak Hot Duda

Ia merasa seperti ABG kalau masih hanyut dalam perasaan cinta-cintaan itu. Sore harinya sekitar jam 17.00 WIB, Max tak tau mengapa ia malah lewat jalan di mana kampus Lisa berada, ia bahkan sampai berputar tiga kali untuk mengamati sekitar. Ada hal yang mengganjal hatinya, ia merasa ada yang salah.
9.61.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35.4K kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Tampilkan Ulasan (127)
Baca
+Pustaka
Cece Sylvia
Terpantau update banyak bab dlm sehari tapi ceritanya makin ribet jauh dari tema awal. Dan typonya ampuuuuunnnn. paraaaahhh. Tolong dong Thor. Bab banyak tapi bertabur typo yang nggak banget. dibiasakan dibaca dulu kek sebelum update. Belajar jadi penulis profesional yg lebih rapi. Jangan asal2an
Lily Sartika
bagus banget Bagus banget Bagus banget bagus banget mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap mantap man
Baca Semua Ulasan
HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA

Sudah siang begini? “Masih pagi ini, Ma. Baru jam sembilan. Kenapa sih, Ma? Pagi-pagi udah darting aja?” Denny berusaha santai. [Ngapain kamu pake nginap segala sih di Samarinda? kasihan tahu sama istrimu ditinggal sendiri. Mana sedang hamil kayak gini.] “Hamil? Susana kah yang Mama maksud?” [Ya, iyalah! Emangnya ada istrimu yang lain rupanya?]
1017.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 430 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Dekat di Mata, Jauh di Hati

Dekat di Mata, Jauh di Hati

Fenny tetap kehilangan satu lengannya. Semua itu terjadi karena Juan. Dan karena itulah .... Evelyn tidak akan pernah melepaskannya begitu saja. “Kapan terjadinya itu bukan urusanmu. Yang perlu kamu ingat hanyalah satu hal. Dalam tiga hari ... Grup Hansen akan tamat.” “Usir tamunya.” “Kenapa harus sampai seperti ini, Evelyn? Jika kamu masih tidak bisa menerima hubunganku dengan Lily ... aku bisa berjanji. Mulai sekarang, aku tidak akan pernah menemuinya lagi!”
34.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 690 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati

Part 20 "Auuw." Jari telunjuk Madina tidak sengaja tergores oleh pisau dapur saat dia sedang memotong bawang merah untuk dicampurkan ke dalam mangkuk yang berisikan telur. "Astagfirullah, jarimu berdarah itu, Dek. Kakak lihat hari ini kamu banyak melamun, Dek. Tadi juga kamu hampir terjatuh dari tangga. Kamu sedang ada masalah sama Malik, Dek?" tanya Safira cemas seraya menatap wajah ayu sang adik, lalu wanita cantik itu menarik Madina untuk duduk di kursi yang tidak jauh dari dapur.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
SELIR HATI

SELIR HATI

Sudah beberapa jam David dan Aruna tiba di luar negeri, tapi belum ada percakapan berarti di antara mereka. Hanya suara jam di dinding yang terus berdetak pelan. “Besok rapat dimulai jam sembilan,” kata Aruna, mencoba memecah hening. David hanya mengangguk tanpa menoleh. “Ya, aku tahu.” “Bagaimana perjalananmu tadi? Capek?”
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati

Dengan lama perjalanan enam jam lebih empat menit. “Gue ngantuk, Kei. Tidur bentar,” ucap Elena langsung merebahkan diri di kursi tunggu. Suasana masih gelap. Keisha dan Elena takut memesan taksi online di jam tiga pagi. Jadi, mereka memutuskan menunggu hingga matahari terbit baru meninggalkan stasiun. “Udah sampai Jogja, dan Elena tidur,” gumam Keisha melirik ke arah Elena dengan gelengan kepala. “Gue juga pengen tidur tapi ga bisa.” Menghela napas panjang.
81.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Hati Yang Tak Pasti

Hati Yang Tak Pasti

“Bokap Gia beberapa hari lalu tumbang setelah gue dan Gia ngomong kalau pengin putus. Gia sekarang ngerasa bersalah. Jadi gue bilang aja, mending break dulu. Daripada kepikiran mulu.” Haris menganggukkan kepalanya paham. “Enggak apa, Je. Daripada lo buru-buru dan nantinya nyesel. Kali aja yang lo dan Gia butuhin memang waktu. Mungkin, lo berdua bosen dan butuh disenggol dulu biar sadar.” “Semoga, deh.” balas Jesatya. “Ngomong-ngomong, kok gue enggak lihat Ezra sama Danish di luar?”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

Ia berusaha mengendalikan diri, menelan ludah, dan memalingkan pandangannya ke arah jam dinding. "Astaga..." Laras pun mencoba duduk. Seluruh badannya terasa pegal dan lesu. Masih ada sensasi ngilu yang samar setelah ia menghabiskan tenaga menggeliat sedemikian rupa. "Jam berapa ini?" "Jam 3 sore... satu jam lagi aku harus berangkat kerja," kata Adit, berusaha mengalihkan perhatiannya dari Laras.
10581.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.4K kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Menikah Paksaan

Menikah Paksaan

Citra menangis histeris sambil terus berteriak memanggil Yusuf. Hingga akhirnya Citra terbangun dan kaget mendapati dirinya menangis tersedu dan sudah berada di lantai tergeletak. Keringat dingin pun membasahi sekujur tubuhnya, melirik jarum jam menunjukan pukul 15.35 wib. Ia berdiri berjalan mendekati kamar mandi dengan niat mandi.
9.819.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 575 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Menjadi Pelakor Suami Sendiri

Menjadi Pelakor Suami Sendiri

Pilihan yang sulit saat dirinya terjebak pada 2 hati dengan pemilik yang sama, yaitu dirinya. “Ya, kamu benar. Aku seharusnya sudah pulang,” ujar Ares melihat jam di layar ponselnya. Sekarang sudah menunjukkan pukul 10 malam. Pasti Rere menunggunya. Apalagi wanita itu tau, ini adalah jadwal pertemuannya dengan Raisa. “Aku pulang dulu.” Lanjutnya mengecup kening Raisa sekilas.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai firasat hati berdebar jam 17-18
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status