Di Tepi Tebing
Lontar tergelak,”Kak, ibarat binatang, kami mudah sekali berganti bulu.
Mataku kosong menatap taman hotel yang gersang, sebanding lurus dengan bangunannya yang sederhana.
Laki-laki itu mengeluarkan foto dan beberapa lembar kertas dan menaruh di atas meja.
Foto bang Rey dan Lontar, mereka berdiri berrangkulan di pinggang masing-masing lelaki itu terselip senjata api.
Aku menatap foto itu dan wajah Lontar bergantian, mencari kejujuran di wajah laki-laki yang menatapku acuh tak acuh.
Hot Chapters