Suamiku Jadul
kata Bang Firman.
“Tidak bisa, tiga samamu, dua samaku,” aku membentak.
“Tidak bisa, samaku yang tiga, samamu dua,” Bang Firman tak kalah, dia juga meninggikan suaranya.
“Pokoknya tiga untukku, dua untukmu, titik,”
“Tidak, tiga untukku dua untukmu, titik sebesar sapi,”
“Sebentar, tunggu sebentar,” kata Bang Parlin seraya mengangkat tangannya. Kami berdua terdiam.