Darah dan Takdir
Setiap kain sutra yang tergantung, setiap perabotan berukir emas, dan setiap jendela yang dipagari besi bukanlah lambang kemewahan, melainkan bukti bahwa ia telah hidup di dalam sangkar sepanjang hidupnya.
Ia melangkah menuju peti kayu di sudut ruangan, tempat ia menyimpan gulungan-gulungan kitab suci yang diberikan kepadanya selama bertahun-tahun. Dengan hati-hati, ia membongkar tumpukan kitab, mencari sesuatu yang mungkin bisa membantunya memahami lebih jauh tentang peran Sang Cahaya. Namun, tidak ada satu pun teks yang menyebutkan tentang pengorbanan. Semuanya hanya berisi pujian dan ramalan yang mengagungkan peran Sang Cahaya sebagai pembawa kejayaan bagi kerajaan.
Bab Populer