Zero: Forgotten Lost (INDONESIA)
Banyak penjelajah yang tersesat bukan karena kehilangan arah, tetapi karena melihat sesuatu yang tidak pernah ada.
“Ada catatan,” kata Thalysa sambil membalik lembaran usang yang memuat tulisan tangan beraksara kuno, “bahwa gurun ini dulunya adalah dasar samudra. Lalu setelah Catastrophe pertama, lautan menghilang, dan panas dari dasar dunia naik ke permukaan.” Fabio hanya mengangguk pelan. Ia tidak banyak bicara malam itu, tidak karena pikirannya terbebani, tetapi karena suasana tenang yang tidak pantas diusik oleh kalimat-kalimat berat. Mereka duduk berdua di tengah ruangan yang remang, hanya ditemani cahaya lentera kecil yang bergoyang ditiup angin.
Bab Populer