Pengobatan Rahasia Si Perawat
Saat bersembunyi di sudut ruangan sambil gemetaran karena kecanduan seks, tak disangka aku malah berpapasan dengan dokter yang paling membenciku.
Pria yang biasanya tenang dan pendiam itu menatapku yang sedang dalam kondisi malang tanpa mengatakan apapun. Dia hanya diam-diam menutup pintu, lalu mendekat dan kedua tangannya yang cekatan, menyentuh tubuhku perlahan.
“Bagian sini yang nggak nyaman? Bukan… sepertinya bukan bagian ini.”
Dia menjelajahi tubuhku layaknya sedang meneliti sebuah penyakit. Jari-jarinya menari di area-area sensitifku, perlahan-lahan mendekati bagian paling berbahaya.
Sementara itu, aku sama sekali tak bisa mengendalikan diri akibat sentuhannya. Kewarasan dan pikiranku perlahan runtuh, aku hanya bisa pasrah menyaksikan diriku semakin tenggelam ke dalam jurang hasrat….