Gairah Liar Perselingkuhan
“Tapi aku tidak hanya menginginkan kesetiaan buta darimu, Serenity. Aku tidak hanya ingin kau menjadi pemuas nafsu suamiku. Itu terlalu… sederhana.”
Aku menatap Tanika, istriku, yang masih duduk di sisi lain Serenity. Matanya yang tajam menelisik, mengamatiku dan Serenity, lalu kembali kepadaku. Permainan yang Tanika rancang ini, adalah sebuah pementasan kekuasaan dan gairah, kini mencapai puncaknya. Ada gairah yang kembali menyala di matanya, bukan hanya gairah fisik, tapi gairah seorang ratu yang baru saja menaklukkan wilayah baru.
“Kau memiliki sesuatu yang sangat berharga, Serenity,” suara Tanika mengalun, dalam dan meyakinkan. “Sesuatu yang bahkan lebih kuat dari gairahmu. Kau punya ota