Mengejar Cinta Nona WO
Tapi, setelah itu, hening kembali datang.
Aku membuka galeri ponsel. Jemariku menggeser beberapa foto dokumentasi resepsi Inaya. Sampai tiba di satu foto, candid aku dan Gasan, saat sedang ngobrol dekat meja minuman. Aku tertawa, dia senyum setengah miring. Sangat natural, gak dibuat-buat, juga gak palsu.
Dan justru itu yang paling menyakitkan. Karena kelihatannya, kami terlihat cocok, walau hanya di momen yang sebentar.
Bab Populer