Yang Terpilih
“Grasak-grusuk, gedebak-gedebuk, hantam kanan-kiri, sikut sana-sini, ndak peduli sesama pengguna jalan yang lain. Apa yang kamu lakukan, menimbulkan banyak masalah baru. Si A, Si B, Si C, semua kamu lindas tanpa perasaan bersalah.”
Rosa menunduk, menatap jempol kakinya yang dicat warna merah marun, hasil salon langganannya, yang menghabiskan uang sekian banyak. Jemari kakinya bergerak-gerak, mengobrak-abrik butiran pasir. Dia sedang mencurahkan kegelisahan hatinya. Apa yang sedang dipikirkan oleh Rosa, tak bisa diterka begitu mudahnya oleh Soca. Dalamnya samudra bisa diukur, dalamnya hati manusia susah ditebak.