Pendekar Pedang Naga
bisik Zaren, suaranya hampir tak terdengar.
Kael berhenti. Di depan mereka berdiri tiga menara spiral menjulang tinggi, saling melilit seperti akar pohon yang tumbuh ke langit. Tapi bukan akar—lebih seperti tanduk, atau tulang. Masing-masing menara memancarkan cahaya ungu gelap dari celah-celahnya, seperti darah yang mengalir perlahan. Di puncaknya, cahaya itu bertemu, membentuk simbol mata tertutup yang berdenyut pelan.