Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Zombieing

Zombieing

Deg Mata Bian sontak melotot dan refleks duduk menghadap sumber suara. Tatapan tajam yang menghunus tepat padanya membuat ia meringis. Mati mati. Sepertinya ia akan mendapatkan ceramah panjang lebar setelah ini. *****
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai gambar mata melotot
Baca
+Pustaka
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Ide-idenya terbilang aneh atau bahkan ekstrim. Kemudian Jeni menyadari sesuatu. Ia mengangkat wajah Linda. “Kemana mocem-mu?” Mocem singkatan dari Moisture Chamber. “Rusak.” “Aduh, apakah matamu baik-baik saja?” Jeni memeriksa keadaan mata Linda. “Perih ma.” “Wah, iritasi merah. Kok bisa rusak?” tanya Jeni segera mengambil obat mata dari kotak P3K.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai gambar mata melotot
Baca
+Pustaka
TETANGGA SEBELAH RUMAH

TETANGGA SEBELAH RUMAH

Hiks, hiks. Belum lagi make up yang kupakai karena merk kaleng-kaleng, jadi luntur semua efek kena keringat. eyeliner serta mascara semuanya luntur, belum lagi bulu mata yang udah copot sebelah, entah terjatuh dimana. membuat mataku seketika menjadi hitam semua persis seperti kuntilanak. Wajahku saat ini, persislah kaya orang gila di pinggir jalan atau mirip seperti kuntilanak. Hiks. Hiks. memalukan.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai gambar mata melotot
Baca
+Pustaka
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Aku dibuat shok oleh penampakan di cermin itu. “Ya Allah! Apalagi ini?” Seruku. Sekarang aku mengerti kenapa orang orang di warung tadi terus menatapku. Bagaimana tidak, pasti mereka keheranan dengan penampakanku tadi. Mata indah bola ping pong ku berubah bengkak seperti ini. Pantas saja tadi aku merasakan kesusahan membuka kelopak mataku. Dan rasanya hari ini dunia berubah menjadi tampak sempit. Ternyata bukan dunia yang berubah sempit tapi mataku yang sempit. Susah dibuka! Bagaimana aku bisa lupa? Mataku ini memang akan bengkak jika sehabis menangis aku langsung ketiduran. Kuhela nafas yang panjaaaang sekali, berharap mendatangkan kelegaan di hati. Hari ini aku benar benar sial bertubi tub
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai gambar mata melotot
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga

Mata Ketiga

Sementara itu, Pak Kromo yang juga tidak melihat apa-apa, ikut ke halaman rumah menuju ayah Lydia. “Ada apa pak? Kenapa anak saya ketakutan seperti itu??” tanya ayah Lydia. “Kata anakmu, di atas bapak itu ada bayangan makhluk bermata merah .....” jawab Pak Kromo. Keduanya kompak mendongak ke atas. Tidak terlihat apa-apa di atas mereka. Hanya batang, ranting, dan daun mangga yang tertiup angin kecil. Namun, keanehan segara terasa. Ayah Lydia dan Pak Kromo merasakan angin yang berhembus terasa hangat dan semakin kencang.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai gambar mata melotot
Baca
+Pustaka
Mutiara Untuk Abang

Mutiara Untuk Abang

Ujar Motaz melirik reaksi Mutiara. Mutiara tersenyum memandang lelaki itu. "Terima kasih. Kalau kamu?" Dalam fokusnya menghadapi jalanan malam hari, serta efek pantulan lampu jalan dan kendaraan di depan membuat pahatan wajah Motaz nampak sempurna dilihat dari sisi Mutiara. Mumpung Motaz sedang fokus ke depan, Mutiara memanfaatkan waktu singkat itu untuk menikmati pahatan mahakarya Tuhan yang tak ada tandingannya itu. Sempurna.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai gambar mata melotot
Baca
+Pustaka
KESEMPATAN KEDUA PUTRI FIGURAN

KESEMPATAN KEDUA PUTRI FIGURAN

Pemeriksaan berjalan lancar. Jaguar tetap menyebutkan tentang bola cahaya aneh yang dilihatnya. Dokter hanya mengatakan bahwa itu kemungkinan besar akibat kelelahan mata dan penggunaan layar berlebihan, menyebabkan halusinasi visual sementara. Pada akhirnya, dia hanya diberi resep obat tetes mata. Jaguar melemparkan obat itu ke dalam mobil dan langsung kembali ke apartemennya.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai gambar mata melotot
Baca
+Pustaka
Dinikahi Dosen

Dinikahi Dosen

katanya dengan mata yang melotot. “Buktikan apa?” tantang Amel dengan wajah santainya. Ia tidak ingin terpancing emosi oleh Wati yang memang menyebalkan itu. Wati mengeluarkan ponselnya, ia segera membuka galeri. Disana menampilkan seorang pria yang tertidur di kasur, sambil memeluk tubuh Wati. Mereka seperti tanpa busana namun ditutupi dengan selimut.
1036.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai gambar mata melotot
Baca
+Pustaka
Ternyata Mencintai Anak Pemilik Mal

Ternyata Mencintai Anak Pemilik Mal

Dia usap matanya yang mulai basah. Alman duduk bersila memandangi Mentari. Wajahnya tidak karuan. Masih ada sisa makeup, bercampur dengan air mata, jadi makin kotor saja. Padahal gadis imut ini cantik dan menarik. Wajahnya oval dengan janggut sedikit lancip.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai gambar mata melotot
Baca
+Pustaka
Bukan Perawan Kegatalan

Bukan Perawan Kegatalan

"Terus kenapa matamu seperti orang habis nangis?" "Hmm, itu karena gadis ini." Hanum mengarahkan kamera ponselnya pada wajah Melati. Si gadis yang tengah asyik mengunyah kacang hampir tersedak melihat wajah di layar ponsel sang kakak ipar. Dia pun terbatuk-batuk. "Eh, kamu kenapa, Dik." Hanum menyodorkan air mineral kemasan gelas yang ada di depannya. "Maaf, Kak. Kaget saja melihat wajahnya," jawab Melati.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai gambar mata melotot
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status