Pewaris Pedang Sulur Naga
Matahari pagi yang mulai menghangat membuat semangatnya tumbuh lagi bagai tumbuhan yang membutuhkan cahaya matahari.
Rambutnya tersisir rapi dan sehelai kain warna hitam mengikat keningnya. Tubuhnya ringan saat melompat ke atas panggung kuda. Umang Sari, Ki Sempana, dan Ki Gondo yang mengantar di pintu masuk perguruan, menatapnya dengan sedih. Seandainya luka di tubuh Umang Sari telah sembuh, pasti gadis itu akan mengikuti Mahisa Dahana kemanapun pemuda itu pergi.
"Hati-hati, Kakang." Mahisa Dahana mengangguk. Ki Sempana dan Ki Gondo melepas pemuda putra Ki Anjarsewu itu dengan pandangan mata hingga kuda yang ditunggangi menghilang di tikungan.