Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tawanan Tiga Tuan Muda

Tawanan Tiga Tuan Muda

"Sekarang kamu istirahat ya, Rose. Lusa adalah hari ulang tahun Papa, sekaligus hari penobatanmu." ​Rosella memeluk Robin, dia juga mengecup pipi sang kakak. "Siap Kak." ##### ​Hari yang dinanti-nantikan akhirnya tiba. ​Di dalam kamar riasnya, Rosella menjelma menjadi sosok yang sama sekali berbeda. Ia mengenakan gaun berwarna biru tua berhias manik-manik halus yang berkilauan seperti langit malam berbintang. Rambutnya ditata ke atas dengan menyisakan beberapa helai yang membingkai wajahnya yang cantik, lengkap dengan mahkota kecil berlian yang melingkar anggun di kepalanya. Ia benar-benar terlihat seperti putri kerajaan sejati.
9.532.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 790 kali sebagai gambar rosella
Baca
+Pustaka
Mahar Untuk Risa

Mahar Untuk Risa

Rendi menjulurkan tangannya ke hadapan Risa sambil terus menatap gadis itu yang terus menunduk dan tidak berani menatap wajahnya. "Aku Risa, dari jurusan Sastra Indonesia," jawabnya lalu membalas sambutan tangan Rendi. Rendi tersenyum. "Kenapa nunduk terus? Enggak sopan tahu ngobrol sama orang tanpa melihat wajah lawan bicara." Pelan-pelan Risa mengangkat kepalanya, lalu tersenyum. "Sorry," ucapnya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai gambar rosella
Baca
+Pustaka
Rumah Risa

Rumah Risa

Rumah ini tampak besar dan penuh dengan barang antik—dari lukisan-lukisan yang tergantung di dinding hingga perabotan kuno yang terletak di setiap sudut. Setelah menunjukkan kamar Laras, Nyonya Harper membawa Laras ke ruang tamu di mana dia bertemu dengan Dewi dan Riko untuk pertama kalinya. Dewi, gadis kecil dengan mata besar yang penuh rasa ingin tahu, memandang Laras dengan rasa ingin tahu. Riko, yang berdiri di belakang Dewi, tampak lebih pendiam dan cemas. "Selamat pagi, Dewi, Riko," kata Laras dengan senyum ramah. "Saya Laras, dan saya akan menjadi pengasuh kalian."
10860 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai gambar rosella
Baca
+Pustaka
Romansa di Sekolah

Romansa di Sekolah

Aku menoleh dan melihat seorang gadis pemalu dengan pipi memerah dan bibir mengerucut, tengah memegang surat cinta di tangannya dengan erat. Kakinya terus berayun. Tubuhnya tampak seperti tomat merah. Gadis bodoh lainnya yang tertipu oleh penampilan baik Ivan.
34.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai gambar rosella
Baca
+Pustaka
Venomous Rose : Mawar Berbisa

Venomous Rose : Mawar Berbisa

Sang Nenek menciduk hasil dari ramuan yang berupa cairan tersebut ke dalam sebuah botol kecil, dan ditutupnya menggunakan spons padat. "Ini adalah ajian baruku, Denok. Namanya Venomous Rose, atau Mawar Berbisa. Aku telah meramunya semaksimal mungkin agar tak perlu menggunakan sesuatu dari target yang ingin dipikat, karena ini pada dasarnya adalah untuk memikat setiap orang yang memandang, terutama laki-laki. Kamu akan menarik sekali bagi kaum laki-laki." Jelas Si Nenek sambil memberikan botol kaca sekecil genggaman tangan kepada Cindy. Cindy menatap botol di tangannya. Cairan tersebut berwarna merah hati yang pekat, dengan butiran-butiran emas yang berkilau ketika tersinari cahaya. Mirip sep
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai gambar rosella
Baca
+Pustaka
When I'm With You

When I'm With You

Pengetuhan tentang dia yang tidak mau di ganggu membantunya berkonsentrasi penuh di ring tinju. Adelio melihat dengan takjub ketika Rosalind masuk ke dalam ruangan. Rambut panjangnya terikat di belakang kepalanya. beberapa helai menyapu leher dan pipinya. Dia tidak memakai riasan, memakai jeans ketat, pakaiannya tampak agak berkeringat, dan sepasang sepatu abu-abu dan putih. Sepatunya bukan kualitas yang terbaik, tapi Adelio dengan cepat menghargainya karena itu adalah barang termahal uang dia pakai. pada bagian jaketnya yang terbuka, dia melihat garis tipis dari tank top. Bayangan tubuhnya yang gemulai yang tertutup pakiannya memenuhi pikiran Adelio.
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai gambar rosella
Baca
+Pustaka
Marrying Mr Alim

Marrying Mr Alim

Wanita itu menyerahkan paper bag pemberian Alfa kepada Rosa. "Kok gue yang deg degan sih." "Sama." Rosa tertawa melihat reaksi tidak sabar keempat sahabatnya. Ia sengaja membuka paper bag dengan adegan slow motion seperti di televisi. "DAEBAK!" "Masya Allah..." "Kereeen. .." "Ajip!" Kompak keempat sahabatnya berkomentar saat Rosa mengeluarkan gamis berwarna baby green, lengkap dengan khimar yang berwarna lebih tua.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai gambar rosella
Baca
+Pustaka
Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka

Di Kehidupan ke-56, Aku Menaklukkan Sang Raja Varka

"Apa kau tidak sadar mengapa aku kebal?" Elias perlahan menggulung ujung celana kainnya yang kotor dan robek. Di atas pergelangan kaki kirinya, tergambar sebuah tanda lahir yang sangat familiar. Mata Roselina melebar maksimal. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Sebuah ukiran bunga mekar yang memancarkan pendar energi keemasan samar. Criss Blossom. "Kau..." Roselina menutup mulutnya dengan kedua tangan, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai gambar rosella
Baca
+Pustaka
ROSES

ROSES

kata Channie sebelum beranjak dari kasur dan pergi menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar. *** Suasana yang selalu berubah seperti perubahan matahari yang semakin terik saat ini, Varose dan Channie tertawa bersama di pameran Balai Kota. Pameran ini adalah kegiatan yang selalu dinantikan oleh Varose, dimana dirinya bisa melihat dengan jelas banyaknya benda mengagumkan. Seperti mesin pembuat rias, mesin untuk berolahraga, dan berbagai banyak jenis yang lainnya. Tentu saja sangat berguna untuk kehidupan manusia.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai gambar rosella
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status