Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jerat Gairah Paman Kekasihku

Jerat Gairah Paman Kekasihku

bisiknya hampir tanpa suara. “Ideku?” Elisa mengalihkan tatapannya dan kembali dibuat terbelalak. “Great job, Elisa. Saya suka.” Elsia menelengkan kepalanya, merasa sedikit linglung. “Ada detail yang bisa lebih ditonjolkan di beberapa bagian. Saya sudah membuat catatannya. Sesuaikan langsung dan siapkan kain yang kamu butuhkan.” Elisa masih terbengong-bengong. Kapan Stevan memberikan desain-desain itu?
9.6306.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.0K kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Ingat, Ellena sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menghapus perasaannya pada Reon. Dia menggerakkan pensil dengan kasar di atas kertas, garis-garis di tekan dengan kuat, seolah ingin meluapkan sesuatu yang tidak bisa Ellena ucapkan. Di halaman buku sketsanya, bentuk demi bentuk lahir tanpa rencana. Bukan pola manis atau simetris yang biasa Ellena buat, melainkan kalung dengan desain berani dan gelap, lahir dari emosi yang terpendam.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Dokter Jenius Milik CEO Arogan

Dokter Jenius Milik CEO Arogan

Setelah memikirkannya sejenak, Amber memutuskan pergi ke kantornya untuk mengambil buku sketsa lainnya dan satu set krayon kemudian kembali menuju ke ruangan Elly. Begitu dia berada dalam jarak lima langkah dari tempat tidur, Elly berhenti menggambar dan seluruh tubuhnya menjadi tegang seperti terakhir kali, meskipun dia tidak melihat ke arah Amber. Amber tidak mendekat. Dia langsung duduk di lantai dan mulai membuat sketsa dengan serius di buku sketsa. Kali ini, dia mewarnai gambarnya. Gambar itu sekali lagi berupa kelinci kecil yang agak cacat, tapi Amber berusaha semaksimal mungkin menggunakan warna tersebut untuk membuat kelincinya terlihat lebih hangat di mata.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
HOSPITAL Playdate

HOSPITAL Playdate

ucapan terakhir elsa sebelum mengakhiri pembicaraannya dengan yoga. Dia menatap lekat nita dan duduk disampingnya. Nita masih fokus pada gambarnya "Siapa yg menelpon? " "Elsa " Seperkian detik tangannya berhenti menggoreskan pensilnya. Hal yg klise jika dia tidak marah,disaat liburan pun elsa masih menghubungi yoga. Tapi bukan nita namanya jika dia tidak bisa mengendalikan emosinya yang disebabkan oleh kecemburuannya.
8.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Terjebak Ambisi Sang Pewaris

Terjebak Ambisi Sang Pewaris

Kertas-kertas itu berisi sketsa bunga yang digambar dengan pensil dan beberapa telah diberi warna. Ia mengeluarkan ponselnya. Semalam, tanpa diminta, Alexa telah mengirim beberapa gambar rangkaian bunga yang dibuat Eloise saat pesta ulang tahunnya. Eloise tersenyum bahagia. Ia mengambil pensil dan mulai menggambar rangkaian bunga persis seperti yang ada dalam foto. Tak lama setelahnya, ia mengambil gambar sketsa bunga dan meletakkan ke dalam satu frame dengan foto asli. Mengunggah ke sebuah media sosial pribadinya dengan memberi diskripsi singkat pada unggahannya. Di sebuah apartemen mewah menjelang akhir malam.
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Aduh Jenderal Tak Tahan

Aduh Jenderal Tak Tahan

Mereka tidak segan untuk memberi pujian. "Elsa sungguh adalah pahlawan wanita! Dia bahkan bisa membuat sketsa sebagus ini!" "Sudah lama tidak ada sketsa sebagus ini di Departemen Pembuatan Senjata kita! Kabari tukang-tukang, tunda yang lain dan dahulukan pembuatan senapan bambu model baru ini!" "Aku sudah tidak sabar!" Setelah terus melihat sketsa itu, mereka pun kagum kepada Elsa.
9.84.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174.7K kali sebagai gambar sketsa elsa
Tampilkan Ulasan (967)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Nama Pena Anar
Hai kak author tersayang, 🫰🏻 ijin. Novel Panas tentang Petarung jalanan yang menaklukan Nyonya Besar Judul.. Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar Mari mampiiir...🫰🏻 aku tunggu ya!!🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

kata Ester dengan suaranya yang lembut itu. "Oh, oke, Ester. Kamu mau gambar yang seperti apa? Nanti aku kirimkan contoh desainnya ya lewat surel," sahutku antusias. Lumayan nih dapat klien baru, mana tahu bisa jadi langganan.
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai gambar sketsa elsa
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Teha
sekadar info: standar penguncian bab di GN sekarang dipukul rata 14 koin, bila jumkat dlm bab di bawah 1400 kata, ya. 1000 kata pun ttp byr 14 koin. namun utk novel ini sendiri, koin/bab bs lebih besar dikarenakan jumlah kata yg lebih banyak, jd sebenarnya pembaca mdpt harga lama 1 koin/100 kata.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Baca Semua Ulasan
Pak Dosen Jangan Nakal, Ah!

Pak Dosen Jangan Nakal, Ah!

Memprovokasi Shita agar membunuh Yasmine. “Gimana? Jadi mau keluar dari sini nggak?” tawar Elsa. “Caranya?!” Shita menaruh sendok garpu itu. “Aku memakai topi dan masker, jadi kamu bisa pakai pakaianku, kita bertukar. Nanti kamu keluar dulu.” Elsa memberi ide.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

Entah memberikan hadiah, meminjamiku alat-alat tulis, atau hanya sekedar menyapa saat kami bertemu. Sebenarnya Elsa gadis yang pemalu. Dia bukan tipe gadis yang senang memamerkan kecantikannya seperti gadis pada umumnya. Kuakui Elsa memang cantik. Rambutnya panjang dan selalu tertata rapi dengan jepit rambut yang biasa ia pakai di atas telinganya. Namun, aku sama sekali tak merasakan sesuatu yang lain atas semua perhatian yang ia berikan.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
HUMAN AND THEIR NIGHTMARE (Bahasa Indonesia)

HUMAN AND THEIR NIGHTMARE (Bahasa Indonesia)

Tentu saja aku akan menunjukkan bakat seniku~ Begitu menyelesaikan lukisan di wajah Albert dan Ivan, kami berlima pun memutuskan beristirahat di bawah sebuah pohon besar yang rindang. Aku duduk bersebelahan dengan Elena, seorang gadis kecil berusia 5 tahun. Dia memiliki rambut emas yang indah, poninya panjang dan anak rambut di sisi wajahnya membingkai pipinya yang bulat. Bibirnya tipis dan warna matanya yang cokelat keemasan pun terlihat berkilauan.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status