Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta yang Diracik Takdir

Cinta yang Diracik Takdir

Ia membukanya perlahan. Di halaman pertama, gambar desain gaun sederhana. Di halaman berikutnya, sketsa restoran. Di halaman lain—potret Grandma yang ia gambar di taman – Paris. Dan di salah satu halaman, tanpa sadar … wajah Evan. Siska terdiam lama menatap sketsa itu. “Bodoh,” gumamnya pelan. Ia mengambil pena, lalu dengan tangan sedikit gemetar, mencoret gambar itu perlahan. Tidak sampai merusaknya. Hanya cukup untuk membuatnya tidak lagi sempurna.
815 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Gadis Bertubuh Gemuk dimiliki Oleh Tiga Pewaris

Gadis Bertubuh Gemuk dimiliki Oleh Tiga Pewaris

lanjut Azriel seraya mengeluarkan selembar kertas sketsa tebal dari tabung lalu membentangkannya di atas meja. Mata abu-abu Isolde membelalak kagum. Di atas kertas tebal itu terlukis sketsa wajah Isolde menggunakan pensil CarbOthello. Arsirannya begitu halus, menangkap kedalaman mata abu-abu Isolde, lekuk menggemaskan dari pipi tembamnya, serta helai rambutnya yang bergelombang lembut dengan sangat sempurna. Gambar itu terlihat begitu hidup dan dipenuhi puji-pujian mendalam.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

PUTRI PENGUBAH TAKDIR ELYSIA

Melingkarinya, ada sebuah jalur setapak dari kristal transparan, menanjak ke atas membentuk spiral raksasa yang seolah tak berujung. "Sepertinya… kita harus naik," kataku. Meskipun menanjak, langkah kami terasa begitu ringan. Semakin tinggi, gambaran-gambaran samar mulai muncul di udara, seperti proyektor film dari dunia lain. Aku melihat para Sylvan menanam hutan pertama, para Elemental Es membentuk puncak-puncak gunung, para elf membangun menara-menara Asteria. Menara ini… ia sedang menceritakan sejarah Elysia.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Hasrat Liar Pernikahan

Hasrat Liar Pernikahan

Ludwig yang penasaran pun menyandarkan punggungnya dan melihat apa yang di lukis oleh wanita cantik di sampingnya. Seketika terbersit senyuman cerah di wajah Ludwig, pria tampan itu memutuskan untuk diam dan menikmati setiap goresan pensil dari wanita cantik itu. Beberapa menit sebelumnya, Elle yang merasa bosan, membuka tasnya lalu mengambil buku sketsa dan pensil. Dua alat yang selalu ada di dalam tasnya. Elle menerawang menatap keluar jendela, memikirkan sesuatu. “Hmm, apa yang aku lukis ya?” gumamnya pelan.
9.5560.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.6K kali sebagai gambar sketsa elsa
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
TnaBook's
hello kak, numpang nih hehe, jangan lupa ya mampir juga ke "Godaan sang tante" , seorang pemuda yg cari pekerjaan, tapi malah dapat simpanan, bos nya sendiri, bahkan sampai memiliki anak, dan lagi, bos itu sudah memiliki pasangan hidup, gimana? penasaran kan, yuk mampir. ...
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Jerat Sang Iblis

Jerat Sang Iblis

Sketsa seorang balerina. ​"Ini sketsa asli Edgar Degas," kata Damian. "Aku menemukannya di lelang privat di Singapura. Aku ingat kau suka lukisan Impresionis." ​Elena menatap sketsa itu. Indah. Dan sangat mahal. ​"Terima kasih, Damian," kata Elena. "Tapi kau tidak perlu membelikan barang semahal ini setiap kali pergi." ​"Aku ingin memanjakanmu. Aku ingin kau punya hal-hal indah untuk dilihat, bukan hanya tembok gedung ini."
10952 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

“Aku juga sempat ragu buat ngajak ketemu. Tapi ada hal yang belum sempat aku kasih.” Ia membuka tas kecilnya dan mengeluarkan sebuah sketsa lusuh — gambar dua tangan yang saling menggenggam, diwarnai lembut dengan pensil arang. Di bawahnya tertulis tanggal — hari ulang tahun Nayla dua tahun lalu. Nayla terdiam. Tangannya bergetar saat menerima kertas itu. “Ini… masih kamu simpan?” Elhan mengangguk. “Aku nggak bisa buang. Karena waktu aku gambar ini, aku tahu… kamu bakal jadi bagian dari hidupku — entah sebagai siapa.”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Sabtu Malam Lisa

Sabtu Malam Lisa

Meskipun Lisa sendiri bukan orang yang terlalu mempercayai tahayul, berhati-hati sedikit tidak akan bikin rugi, bukan? Lisa mengambil buku catatan yang terletak di samping papan. Ia membuka-buka catatan itu, melompati beberapa halaman sekaligus. Buku itu dipenuhi tulisan tangan yang buruk, yang membuat Lisa langsung kehilangan niat untuk mengetahui cerita yang disampaikan tulisan itu. Selain tulisan tangan yang jelek, buku itu juga berisi beberapa sketsa. Kebanyakan sangat kasar dan sulit dipahami bentuknya, tapi ada juga beberapa yang halus dan cukup mudah dimengerti. Lisa tidak begitu terkesan, karena ia sendiri bisa membuat goresan yang lebih baik, tapi di antara sektsa-sketsa itu, ada sa
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Om Bule Kekasihku

Om Bule Kekasihku

Di dalam kotak itu terdapat sebuah set lukisan kecil, buku sketsa tebal, cat air berkualitas, dan kuas kecil yang tersusun rapi. Di halaman pertama buku sketsa, Nadia menulis sesuatu dengan tangan. Elena membacanya keras-keras: "Untuk Elena, supaya kamu bisa menggambar semua tempat indah yang akan kamu kunjungi." Elena memandang Nadia dengan mata berbinar. “Aku suka ini” seru Elena. Ia langsung memeluk Nadia erat. “Terima kasih. Ini hadiah terbaik” ucap Elena.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Aroma Dalam Mimpi

Aroma Dalam Mimpi

Di tengah ruangan, sebuah meja besar dipenuhi dengan sketsa-sketsa desain yang telah dipersiapkan sebelumnya. Elena melangkah mendekat, matanya langsung tertarik pada sketsa-sketsa yang tertata rapi di atas meja. Setiap desain memperlihatkan konsep visual yang begitu detail—garis-garis abstraknya menggambarkan pergerakan, permainan warna yang kaya menampilkan emosi yang dalam, sementara catatan-catatan kecil di sampingnya memberikan penjelasan tentang filosofi di balik setiap karya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

Elyra mendongak, senyum lebar terukir di wajahnya yang polos. “Laut, Bu! Aku lagi bikin laut dengan matahari terbit.” Dia mengacungkan kertasnya. Di sudut kertas, ada dua figur kecil, seorang wanita dan seorang pria, digambarkan berdiri berdekatan. “Bagus sekali,” puji Alya. Matanya yang tajam menangkap detail figur pria dalam gambar Elyra. Ada sesuatu dalam gaya menggambar anak itu... atau mungkin hanya perasaannya saja.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status