Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jeratan Mantan Suami

Jeratan Mantan Suami

Zola sudah menduga kalau Boris tidak akan membawa sketsa asli itu. Zola membuka sketsa desain dan menyerahkannya kepada Boris. “Kamu sudah lihat sketsa desainnya? Kalau ada yang perlu diubah atau ada saran apa pun, katakan saja padaku.” “Pak Boris, coba ini. Rasanya sangat enak. Ini hidangan andalan Restoran Yirna.” Elsa sudah mengambil semangkuk sup dan menyerahkannya kepada Boris sambil tersenyum dengan sorot mata penuh harap.
9.5222.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.6K kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

Entah memberikan hadiah, meminjamiku alat-alat tulis, atau hanya sekedar menyapa saat kami bertemu. Sebenarnya Elsa gadis yang pemalu. Dia bukan tipe gadis yang senang memamerkan kecantikannya seperti gadis pada umumnya. Kuakui Elsa memang cantik. Rambutnya panjang dan selalu tertata rapi dengan jepit rambut yang biasa ia pakai di atas telinganya. Namun, aku sama sekali tak merasakan sesuatu yang lain atas semua perhatian yang ia berikan.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
HUMAN AND THEIR NIGHTMARE (Bahasa Indonesia)

HUMAN AND THEIR NIGHTMARE (Bahasa Indonesia)

Tentu saja aku akan menunjukkan bakat seniku~ Begitu menyelesaikan lukisan di wajah Albert dan Ivan, kami berlima pun memutuskan beristirahat di bawah sebuah pohon besar yang rindang. Aku duduk bersebelahan dengan Elena, seorang gadis kecil berusia 5 tahun. Dia memiliki rambut emas yang indah, poninya panjang dan anak rambut di sisi wajahnya membingkai pipinya yang bulat. Bibirnya tipis dan warna matanya yang cokelat keemasan pun terlihat berkilauan.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Dalam Obsesi Sang Alpha: Aku Bukan Luna yang Terbuang

Dalam Obsesi Sang Alpha: Aku Bukan Luna yang Terbuang

Ia kemudian merangkak menuju meja kecil di sudut kamar, tempat ia menyimpan kertas dan arang gambarnya. Dengan tangan yang masih bergetar, Elara mulai menggoreskan arang itu di atas kertas. Ia butuh pelarian. Ia harus mengeluarkan rasa sesak ini. Kali ini Elara menggambar sosok pria yang terbelah dua. Satu sisi tampak tenang dan agung dengan mahkota, namun sisi lainnya adalah monster hitam yang penuh luka dan rantai. ‘K-kamu bukan penenang baginya, Elara," gumamnya pelan sambil menatap lukisannya. ‘k-kamu hanya... o-om-mega."
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Kalau Cinta Kejar Aku!

Kalau Cinta Kejar Aku!

Ada yang mau gue omongin] Ting! Elsa membulatkan matanya melihat pesan dari Elvano yang baru saja masuk ke ponselnya. Bibirnya mengerucut sebal, pipi menggembung sambil memainkan matanya seperti orang segan. "Bodo amat!" jawaban singkat dari Elsa. Tak mau kalah, Elvano kembali mengirimkan pesan padanya. Ting! [Turutin atau gue seret dari kelas lo.]
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Elara: Penjaga Lembah Sunyi

Elara: Penjaga Lembah Sunyi

Di tangannya, ia menggenggam sebuah palu godam yang terbuat dari logam hitam dan berhiaskan tengkorak manusia. "Makhluk itu..." Elara berbisik, suaranya tercekat di tenggorokan. Ketakutan yang luar biasa mencengkeramnya, membuatnya sulit bernapas. Ia merasakan hawa panas yang membakar kulitnya, bahkan dari jarak yang cukup jauh.
10685 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat

Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat

Di dalam ruangan. Saat Elise mengambil kuas, Elara melihat buku gambar di atas meja. Pada halaman paling atas, tergambar seorang wanita berambut panjang yang cantik, mengenakan topi dan gaun putih, dan berdiri di tengah hamparan bunga. Hanya saja, wajah wanita itu belum digambar. Elara menatap lukisan itu dan bertanya, "Elise, ini gambar siapa?"
9.6601.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.3K kali sebagai gambar sketsa elsa
Tampilkan Ulasan (111)
Baca
+Pustaka
Ayesta 252
mmang tdk punya perasaan keluarga Deon, seenaknya minta Elara keluar dr Roland Capital, itu ruh nya dia, jiwa nya, brjuang brsama Arizo dr nol membangun dan mengembangkannya, suruh Elara pergi? bajingan emang si Deon. gw jg klw jd Elara pasti tertekan, Deon sikopet, untung si Elara gk sampe bundir
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Baca Semua Ulasan
Little Wife

Little Wife

bisik Leon lembut, merangkul Elsa yang perlahan sedikit bangkit lalu bersandar padanya. "Kak Leon juga," balas Elsa. "Nggak bisa, ini sedikit lagi harus selesai." Elsa menoleh ke arah layar laptop yang menampilkan deretan kata dan angka yang ia tidak mengerti sedikitpun. Elsa mengalihkan pandangannya ketika merasakan sesuatu mengganjal di punggungnya. Di menyusupkan tangan dan menemukan sebuah notebook kecil beserta bolpoin.
9.791.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Tak Ada yang Kedua

Tak Ada yang Kedua

Tak disangka, pada akhirnya, kata-kata itu menjadi kenyataan. Malam itu, Anto tetap kembali ke vila. Sejak menikah dengannya, Elsa selalu tinggal di vila di lereng bukit. Dia adalah seorang pelukis luar biasa. Pada usia sepuluh tahun, dia sudah disebut sebagai gadis jenius di dunia seni setelah melukis pemandangan pegunungan dan sungai dengan suasana yang melampaui batas duniawi. Semua orang percaya bahwa bakatnya dalam seni lukis Tiongkok akan membuatnya menjadi sosok yang luar biasa di industri ini.
27.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 872 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Anak Rahasia Sang CEO

Anak Rahasia Sang CEO

Di balik pintu itu, harapan dan jawaban atas kebuntuannya menanti. Satu per satu laci meja Vania dibuka paksa, tumpukan kertas dan peralatan seni berhamburan tanpa aturan. Elisa mencari dengan napas tertahan, berharap menemukan sketsa atau gambar tersembunyi yang belum pernah dirilis oleh Vania. Setelah lama mengobrak-abrik, matanya menangkap dua lembar kertas, satu berupa sketsa kasar bergoreskan pensil yang masih basah dan satu lagi cetakan nyata dengan detail yang memukau.
913 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai gambar sketsa elsa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status