Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pak Dosen Jangan Nakal, Ah!

Pak Dosen Jangan Nakal, Ah!

Ia berjalan sambil mengacungkan pisau. “Kamu mau diam? Atau mati.” Sesil terlihat sangat marah. “Berisik kamu!” Shita tidak tinggal diam. Ia berjalan ke arah nakas lalu melihat ada gelas berisi air. Otaknya berkerja dengan cepat. “Rasakan ini!” Shita melempar gelas yang berisikan air itu ke arah wajah Sesil. Sesil langsung menutupi wajahnya. Shita menendang Sesil hingga terjatuh di atas ranjang.
108.4K viewsOngoingAdded to Library 295 Times as game sesat
Read
+Library
PLAYBOY KENA BATUNYA

PLAYBOY KENA BATUNYA

tanya Sesa sambil menunjuk sebuah bangunan berbentuk kotak persegi panjang dengan dinding coklat kusam yang sebagian dindingnya gelap menyeramkan. “Kau masuk lewat pintu belakang, Ton. Kalau bisa capai area bawah tanah terlebih dahulu. Aku akan masuk dari depan dan menyelesaikan apapun yang aku bisa untuk memperlancar usahamu mencari Ratih,” kata Sesa. Katon melirik padanya. Sesa menggeleng pelan sambil tersenyum simpul. “Oh, jangan khawatirkan aku. Ingat ketika kita berburu bersama di Gévaudan? Aku tidak hanya membawa revolver, tolong deh!” ujar Sesa geli.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as game sesat
Read
+Library
Obsesi Suci

Obsesi Suci

Aku menusuk pelan lubangnya yang lembap dari balik kain pakaian dalam, jemariku menyapu bagian sensitif di depannya. Tina memekik pelan, hampir kehilangan keseimbangan. "Suka sensasi seperti ini?" "Emm, ah! Suka ... ah! Paman ...." "Bagaimana, apa ini sangat besar?" Aku sengaja menyentakkan alat itu ke perut bawahnya. "Mau merabanya nggak?" Dia terombang-ambing oleh benturanku, mengeluarkan desahan yang menggairahkan. Aku menggenggam tangannya dan meletakkan tangannya tepat di atas alat yang sudah siap meledak itu.
123.8K viewsCompletedAdded to Library 4.7K Times as game sesat
Read
+Library
Gelora Hati Yang Terbakar

Gelora Hati Yang Terbakar

Seketika, dunia seolah kembali pada ketakutan masa kecil yang selama ini Alana selama ini pendam. Kegelapan selalu menjadi musuh Alana. Dia benci tidak bisa melihat apa pun. Dia benci sendirian dalam kegelapan. Kini, dia terjebak dalam skenario terburuk: sendirian di ruangan asing, tanpa cahaya, tanpa suara, tanpa kepastian. “Tidak ... tidak ... aku tidak bisa ...,” gumam Alana dengan nada panik. Suaranya tercekat oleh air mata yang mulai memenuhi mata. Dia berjalan perlahan, seperti orang buta yang mencari jalan keluar dari neraka.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as game sesat
Read
+Library
Saat Hati Menyesal

Saat Hati Menyesal

Suatu hari, aku mendapat undangan dari sahabatku untuk main ke bar barunya agar aku juga bisa menyegarkan pikiran. “Sudah kubilang, dari tampangnya memang terlihat Richard itu licik dan menyebalkan, sama sekali nggak cocok denganmu. Tapi, ya sudahlah. Kebetulan aku baru kenal satu pria muda yang imut, sini biar kukenalin padamu….” Di tengah ocehan sahabatku yang tiada henti, suasana hatiku mulai membaik.
8.1K viewsCompletedAdded to Library 162 Times as game sesat
Read
+Library
Tertawan oleh Don Mafia

Tertawan oleh Don Mafia

Hanya beberapa detik mata Silas bertemu dengan Sebastian, sebelum dia kembali tenggelam dalam barisan angka dan detail komponen di layarnya. Silas menggeser jarinya di touchpad, memutar gambar senjata perak di layar untuk melihat sisi lainnya. Dia perlu tahu kalau senjata ini cukup ringkas untuk disembunyikan di balik jas, tapi cukup mematikan untuk menghancurkan targetnya. “Aku sibuk. Katakan atau pergi.” Sebastian mengernyit saat putranya mengusirnya. Padahal dia baru saja tiba. “Kamu membuat masalah. Ayah dengar kamu membuat kekacauan di pesta.”
101.7K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as game sesat
Read
+Library
SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR

SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR

Rasa takut, cemas, gugup, dan salah tingkah beradu menjadi satu. “Tubuhmu ini… semuanya adalah milikku. Bibirmu, hidungmu, matamu, semuanya adalah milikku, Lisa. Hanya aku saja yang boleh menyentuh dan merasakan kenikmatannya. Hanya aku… Arseno Xavior, yang bisa mencapai titik klimaks menikmati setiap sentuhan dari tubuhmu,” lontar Arseno terdengar menggertak.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as game sesat
Read
+Library
Setitik Hitam

Setitik Hitam

Yura menatap Fares terdiam sejenak dan terlihat dalam batinnya kesal jika seseorang bertanya tentang keadaannya yang tidak baik baik saja. “Hari ini gue bertingkah aneh, hal yang harusnya gue gausah lakuin malah gue lakukan. Hal yang ga ada untungnya buat kehidupan gue malah pengen gue perjuangin,” ucapnya. “Bicara yang jelas dong mana gue ngerti kalo lu ngomong cuma pake prolog,” kesal Fares. Yura menghela napas panjang. “Plisss gue mau pulang mau rebahan. Capek res,” ucap Yura.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as game sesat
Read
+Library
Terjebak Obsesi Boss Gila

Terjebak Obsesi Boss Gila

Sesaat mendengar langkah familiar, Alex segera kembali dan membelakangi Zavira yang mungkin akan mengira ia sedang melakukan hal intim. *** Alex yang ingin mengejar Zavira segera Nita tahan. "Bodoh, apa yang akan kamu lakukan? Mengejar dia? Aksara akan marah jika tahu itu!" Alex terdiam, ia bukan takut pada Aksara, tetapi ia takut dengan ancaman pria itu. Alex meneteskan air matanya membuat Nita panik, "he-hei kenapa malah nangis sih bodoh!"
101.6K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as game sesat
Read
+Library
Jebakan Kemenangan

Jebakan Kemenangan

Senyuman Jola perlahan mengusir awan kelam dalam hatiku. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk mengembalikan Jola menjadi gadis kecil yang ceria dan penuh cinta seperti dulu. Namun pada minggu sore, pesan dari Jesli menghancurkan semua harapanku. "Om, aku sudah pesan kamar, Hotel Hilton, kamar 1802. Jangan lupa ganti uangnya ya. Aku dan sahabatku bakal mandi bersih menunggu om."
2.9K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as game sesat
Read
+Library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status