Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aduh Tak Tahan, Prof!

Aduh Tak Tahan, Prof!

Ia meletakkan koper di meja, membuka satu per satu alat yang tampak rumit, ada kabel sensor, layar kecil, dan sepasang gelang transparan dengan lampu indikator di sisi kanan. “Sensor ini akan memantau aktivitas saraf dan kadar hormon. Kamu pakai di pergelangan tangan dan belakang leher,” jelasnya. “Selama 72 jam, kita tidak boleh bersentuhan. Semua komunikasi lewat layar di ruangan masing-masing, kamu di kamar dan aku di ruang tamu. Tujuannya untuk mengukur bagaimana tubuh bereaksi tanpa kontak fisik.”
108.6K viewsCompletedAdded to Library 188 Times as gay no sensor
Read
+Library
Gairah Nakal Brondong Pemikat Hati

Gairah Nakal Brondong Pemikat Hati

sensor gerak nirkabel. ​"Apa ini?" tanya Vivian bingung. ​"Sensor untuk rak dapur dan lemari es. Kalau kamu membukanya sendiri tanpa ada pelayan di sampingmu, jam tanganku akan bergetar dan mengeluarkan bunyi alarm. Jadi, jangan coba-coba mencuri biskuit diam-diam lagi." ​Vivian hanya bisa melongo, lalu tertawa sampai air mata keluar. "Kamu benar-benar gila, Juno! Kamu membangun sistem keamanan nasional hanya untuk kotak biskuit gandum?"
2.1K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as gay no sensor
Read
+Library
g a d i s

g a d i s

sinis Gadis. “Heheh tau aja ya uda makasih yuk cabut,” ucap Reno sambil menarik Nova untuk segera ngibrit. Karena Reno tau tatapan sinis dari Gadis, artisnya wanita cantik itu akan segera melayangkan sapu ke arah mereka jadi dengan sesegera mungkin mereka ngibrit untuk menghindar. “Bener-bener ya mereka!” omel Gadis karena gagal menimpuk mereka dengan sapu, orang yang di timpuk udah kabur duluan.
9.72.8K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as gay no sensor
Read
+Library
Suamiku Gay?!

Suamiku Gay?!

Tatapan Arga melunak, sorot matanya terlihat sedih dan Teresia bisa menilainya dari matanya sendiri. Arga menggeleng pelan "aku beritahu padamu! Bahwa aku bukan gay!" Teresia tak bereaksi, namun dia hanya mendengus pelan dan hal itu terlihat tak mempercayai apa yang Arga katakan. Arga menyadari itu . Bibir Arga terarik membentuk senyuman miring.
9.336.8K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as gay no sensor
Read
+Library
GAYATRI

GAYATRI

pamit Gayatri. Dalam kesunyian, Sarah terkekeh seorang diri. Ia berjalan tertatih ke sudut kamarnya. Dibukanya kain hitam yang ia sembunyikan. Tawa Sarah kembali menggema, saat sebuah potongan organ alat vital prial yang penuh darah berada dalam genggamannya. "Ganis, selamat menjalani kehidupan barumu tanpa senjata. Sebelum kau bertindak lebih jauh, aku lebih dulu maju sebelum dirimu."
103.4K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as gay no sensor
Read
+Library
Go Away

Go Away

"Pabo!" Chanyeon mengulas senyum meremehkan seraya mengakhiri sesi memvideonya, memasukkan ponselnya lagi ke saku celana jeans-nya. Sedangkan Bae Hyun, Sehan, dan Kyung Seo mengendus-ngendus mendapati bau sesuatu yang menyengat. "Agassi," sebut Kyung Seo dari arahnya. Diana masih saja diam memunggungi. "Agassi," sebut lagi seraya beranjak ke arah Diana. Ia sudah berifirasat sesuatu yang kurang baik.
103.4K viewsOn holdAdded to Library 128 Times as gay no sensor
Read
+Library
Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Rasa dingin yang ekstrem seketika menyengat telapak tangannya, menciptakan rasa sakit yang membekukan hingga ke tulang, namun ia memaksa dirinya untuk tidak berteriak. KLANK... KLANK... KLANK... Langkah kaki Sentinel mendekat. Sensor salib merah di kepalanya berputar, menyapu barisan tabung kaca. Robot itu berhenti tepat dua meter di depan tabung tempat Naya bersembunyi. Sensor merahnya menyapu lurus ke arah posisi Naya. Naya menahan napasnya sepenuhnya. Detak jantungnya bergemuruh di dalam dada, terasa begitu keras hingga ia takut robot itu bisa mendengarnya melalui sensor akustik.
10981 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as gay no sensor
Read
+Library
GEOVANE

GEOVANE

Ketika sampai di pintu, ia menempelkan ibu jarinya pada layar kecil yang ada di pegangan pintu guna membukanya. Beberapa bagian di rumahnya memang dirancang dengan teknologi yang sangat canggih. Dan salah satu fasilitas tersebut tentu saja berada di kamarnya. Tidak akan ada orang yang bisa masuk ke dalam kamarnya selain dirinya dan Shafita. Ya, Geovane mendata sidik jarinya dan sidik jari Shafita agar kekasihnya tersebut bisa masuk dengan leluasa ke dalam kamarnya.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as gay no sensor
Read
+Library
Gina

Gina

Kini suara Keenan yang terdengar. Danan mendengarkan bagaimana Keenan dan Marva bercerita, setelah kelahiran Jovi dan kesibukkan Danan, Gina beberapa kali menelepon keduanya untuk meminta bantuan. Wanita itu menangis karena merasa kesepian, adiknya juga sering datang mengunjungi Gina untuk membantu wanita itu merawat kedua anaknya. Beberapa kali Gina hampir lepas kontrol kepada Jovi yang masih bayi, Gina mulai merasa tidak percaya diri dengan penampilannya dan berpikiran buruk karena Danan tidak sering menghubunginya. Keadaan Gina saat itu benar-benar buruk sehingga adiknya, Keenan dan Marva tinggal dirumah itu dalam waktu yang lumayan lama. "Kami berusaha menghubungi abang, tapi abang tidak
102.5K viewsOn holdAdded to Library 66 Times as gay no sensor
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status