Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PELAMPIASAN HASRAT MAS ARYA

PELAMPIASAN HASRAT MAS ARYA

Status keuangan Sari yang sebelumnya berwarna merah tanda tunggakan, kini telah berubah menjadi hijau: Lunas. "Nilai A dariku memang hasil kerja kerasmu, Sari," Arya bangkit, berjalan mengitari meja dan berhenti tepat di depan Sari. Ia membungkuk sedikit, menatap mata Sari yang bergetar.
305 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai gedung harsa
Baca
+Pustaka
Pesona Suami yang Diremehkan

Pesona Suami yang Diremehkan

Dina berkata sambil menutup pintu sebelum menuruni tangga dan melangkah menuju kamarnya untuk menemui Harsa. Sementara di tempat berbeda, Ramdan menatap hamparan gedung pencakar langit di depannya. Dari tempat duduknya, dia menyeringai ketika mengingat pertemuannya dengan Harsa di ruang rapat. Dia menggeleng sebelum kembali menekuri berkas di depannya. Proposal milik perusahaan Harsa dia ambil sebelum membuangnya ke tempat sampah. "Aku tahu setelah ini kamu tidak akan tinggal diam. Akan aku tunggu apa langkahmu selanjutnya, Harsa."
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 525 kali sebagai gedung harsa
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN

PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN

“Nggak usah teriak-teriak, Sa. Gue nggak tuli.” Begitu pintu terbuka, ia mendapati Harsa berdiri di sana dengan senyum lebar hingga matanya menyipit, memegang sebuah kotak besar berwarna hitam legam dengan pita sutra berwarna perak yang sangat elegan. Di belakang Harsa, Mahesa dan Sekala tampak mengintip dengan wajah penuh rasa ingin tahu. "Lo apa-apaan sih, Sa? Pagi-pagi udah berisik," gumam Samudera dengan suara parau khas bangun tidur.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai gedung harsa
Baca
+Pustaka
Rahasia Di Balik Sikap Manis Suamiku

Rahasia Di Balik Sikap Manis Suamiku

Seruan itu membuat Arsen menolehkan kepalanya dan melihat pria tua memakai kacamata berdiri di dekat Cedric. “Lama tidak bertemu, Harse.” “Iya, Tuan muda. Bagaimana kabar anda, saya harap kondisi anda baik-baik saja,” ucap Harse menatap Arsen dengan tatapan nanar penuh kekhawatiran. “Aku baik-baik saja, sampai saat ini,” jawab Arsenio tersenyum kecil. “Sepertinya, kamu merawat mansion ini dengan sangat baik, ya.”
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai gedung harsa
Baca
+Pustaka
Dosen Dingin itu Ayah Anakku

Dosen Dingin itu Ayah Anakku

" Di sana Gayatri celingukan mencari bayangan Mang Diman. Namun ia tidak menemukan Mang Diman di antara para penjemput. Gayatri berdecak kesal saat mengenali Harsa yang berlari sembari melambaikan tangan. Sebegitu tidak sabarnya Harsa menunggu hotel Grand Mediterania pindah ke tangannya. Sampai-sampai seorang Harsa sendiri yang menjemputnya ke bandara. Luar biasa. "Sorry, Tri. Saya sedikit terlambat. Saya harus menyelesaikan beberapa urusan dulu tadi." Gayatri mengangguk kecil mendengar penjelasan Harsa.
1051.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai gedung harsa
Baca
+Pustaka
Terjebak Pesona Bos

Terjebak Pesona Bos

Harsa Aku cukup kaget merasakan bulu yang sangat lebat, aku baru pertama kalinya memegang selebat itu. Dan aku yakin nia tau maksudku ke klinik itu, “ada kabar bagus harsaaa” suara budi dari telepon. “apa?” “bini gue hamil, hahahahaha” lenguhku, aku pikir ada kabar bagus tentang masalahku ini. “selamatt, tiap hari proses selama lo di klinik ha?”
1021.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai gedung harsa
Baca
+Pustaka
Tinggal Bersama Bos Cantikku

Tinggal Bersama Bos Cantikku

Sungai kecil ini menjadi perbatasan antara Negara Teria dan Negara Gambia. Surya naik ke Gedung Lonceng Kota Lasso, lalu menatap ke seberang hutan, sungai kecil dan melihat pada padang rumput. Bara dan Harsa yang merupakan gubernur Kota Lasso sedang berdiri di belakang Surya. Bara tampak serius, tetapi Harsa berkeringat deras. Ketika Harsa mengetahui berita tersebut, dia kesulitan untuk tidur dan makan.
9.9389.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.1K kali sebagai gedung harsa
Baca
+Pustaka
Lembah Duka: Adu Domba sang Ibu Mertua

Lembah Duka: Adu Domba sang Ibu Mertua

Untuk pertama kalinya, Harsa berani melawannya. Sinar matahari mulai meredup, menyisakan cahaya jingga yang membalut langit senja. Harsa melangkah keluar dari rumah, mencoba menjauh dari suasana mencekam yang masih membekas setelah konfrontasinya dengan Ny. Ratri. Kakinya membawanya ke taman keluarga Admadja—tempat yang luas, tenang dan jauh dari segala hiruk-pikuk kekuasaan yang terus menekannya. Di tengah taman itu, pepohonan tinggi menjulang, dikelilingi bunga mawar putih yang tertata rapi, menciptakan aroma lembut yang menyapu udara sore. Sebuah bangku kayu tua berdiri di bawah pohon magnolia yang mulai bermekaran. Harsa duduk perlahan, membiarkan angin menyentuh wajahnya, membawa ketena
758 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai gedung harsa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status