GEMA JATI
Maula Fazasifat dingin priakisah jilat memekcerita jilat ketiakjepit hitam
“Saya tak yakin, Paman Lin. Tadi siang kami ke perpus kota, itu cuma sampai sekitar jam empat sore. Saya antar Jati sampai bundaran pasar distrik, dia minta berhenti di sana, katanya mau beli beberapa barang dan tak perlu diantar lagi karena bisa memakan waktu. Setelah itu saya tak tahu Jati ke mana. Kami tak berkabar juga karena Jati belum balas pesan saya.”
“Hmm … pasar itu 24 jam, tapi tak mungkin Jati masih di sana.” Ayah Jati mengusap wajah. Keringat dingin terasa oleh tangannya yang kecokelatan. Dia kemudian menoleh kepada Adipati Ginggana. “Bisakah tanya petugas keamanan yang tersebar di sekitaran pasar itu, Gin? Mana tahu ada yang lihat anakku.”
Adipati Ginggana sedang memegang ponse
人気のチャプター