Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Memasuki Raga Nona Bangsawan

Memasuki Raga Nona Bangsawan

Mungkin saja suatu hari ia akan melewati batas jika terlalu santai. "Tolong seseorang bantu aku menyendok dan membagikan sup. Apa gunanya kalian di sini kalau hanya duduk seperti itu? Memangnya kalian bangsawan?" sindir Ham bergurau diiringi tertawaan kecil. Pria itu sudah selesai membakar daging dan menaruhnya di atas piring kayu besar.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai gelar bangsawan sunda
Baca
+Pustaka
Istri Dadakan Sang Presdir

Istri Dadakan Sang Presdir

Salah satu pria tinggi berambut pirang tersenyum ramah. Lila segera memperkenalkan. “Teteh, ini tamu kita dari Belanda. Mereka bilang tertarik melihat langsung budaya Sunda.” Ia menoleh ke tamu-tamu itu. “Ini Sekar, pemilik sanggar ketuk tilu ini.” Sekar melangkah maju, menangkupkan kedua tangan di depan dada sambil tersenyum. “Selamat datang. Senang sekali menerima kalian di sini.”
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai gelar bangsawan sunda
Baca
+Pustaka
PAMER SUAMI

PAMER SUAMI

Memakai penutup kepala yang disebut bulang, berwarna keemasan dengan beberapa tingkat, penutup daerah dada yaitu kalung warna hitam dengan ornamen keemasan dan dua lembar selendang dari kain songket, gelang polos di lengan atas berwarna keemasan, ikat pinggang warna keemasan dengan selipan dua pisau kecil, dan baju kurung dengan bawahannya songket Bian menggunakan penutup kepala yang kata periasnya disebut ampu-mahkota yang dipakai raja-raja di Tapanuli Selatan di masa lalu, mengenakan baju godang yang berbentuk jas, ikat pinggang warna keemasan dengan selipan dua pisau kecil disebut bobat, gelang polos di lengan atas warna keemasan, serta kain sesamping dari songket Tapanuli.
19.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 426 kali sebagai gelar bangsawan sunda
Baca
+Pustaka
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Penduduk dari berbagai dusun datang membawa sesajen dan buah-buahan, menaruhnya di meja panjang, berjejer dengan nasi tumpeng setinggi lutut orang dewasa. Seorang tetua desa—berjubah putih dengan tongkat ukiran ular kembar—berdiri dan mengangkat suaranya, "Mulai hari ini, Raka... bukan lagi hanya seorang pelajar. Tapi ia telah sejajar dengan para bangsawan muda Surya Manggala, meski usianya belum lagi lewat seperempat abad!" Orang-orang bersorak. Anak-anak berlarian, mengangkat miniatur pedang kayu dan meneriakkan nama Raka sambil tertawa.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai gelar bangsawan sunda
Baca
+Pustaka
Anak Kembarku dengan Kakak Ipar

Anak Kembarku dengan Kakak Ipar

Ia ditemani oleh seorang teman laki-laki sekaligus asisten pribadinya. Sebuah pakaian pengantin khas Sunda berwarna putih telah Ilham kenakan tak luput juga sebuah bendo berfungsi sebagai penutup kepala. Tidak lupa ditambahkan keris yang melambangkan kejantanan seorang laki-laki sekaligus boro sarangka yang berfungsi sebagai tempat menyimpan keris yang berada di pinggang. “Gimana perasaannya, Pak Ilham? Udah siap? Kalau udah, kita langsung mulai aja. Pengantin perempuannya juga udah datang.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai gelar bangsawan sunda
Baca
+Pustaka
Tuan Besar Sandekala

Tuan Besar Sandekala

“Jangan bilang Bunda.” “Sejak kapan Ayah jadi penghianat Kala. Sekarang bagaimana maumu?” Sande bergeming. Kedua tangannya terkunci pada saku celana kainnya. Dia kesulitan mengeluarkan tangannya takut jika luka itu terlihat orang lain. “Sande akan menjadi Tuan Besar, Yah. Tidak ada yang bisa menggangu gugat keputusan Sande.” Saka menghela napasnya beberapa kali.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai gelar bangsawan sunda
Baca
+Pustaka
Tunangan Naif Pewaris Bengis

Tunangan Naif Pewaris Bengis

tolak Nayla sambil tersenyum manis. Anton menghela napas. Ekspresi wajahnya datar. "Kamu yakin hanya makan di kantin? Papa tidak ingin kamu kurus. Kamu akan menjadi menantu keluarga Ganendra, jadi kamu harus tumbuh sehat dan menjaga berat badan kamu agar tetap ideal. Kamu mengerti maksud papa, kan?" Leher Nayla seperti tercekik, tapi senyumannya terbit dengan anggukan lembut. "Aku mengerti, Pa. Makanan di kantin banyak menu sehat, papa tidak perlu khawatir aku gemuk."
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai gelar bangsawan sunda
Baca
+Pustaka
Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki

Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki

Hanya ada satu set di Surabaya, tetapi toko ini menghindar dan mengatakan bahwa itu tidak untuk dijual. Setelah mengirim pesan WhatsApp itu, Sandi akhirnya merasa lebih tenang. Bagaimanapun, apa yang tidak bisa dia dapatkan, dia juga tidak akan membiarkan Sita mendapatkannya. Di sisi lain, Sita keluar dengan suasana hati yang lebih baik. Boni yang pertama berdiri dan berkata, “Sita, kamu terlihat sangat cantik mengenakan gaun ini, seperti seorang putri bangsawan.”
9.4350.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.4K kali sebagai gelar bangsawan sunda
Baca
+Pustaka
Gerald Sang Penakluk

Gerald Sang Penakluk

Padahal biasanya orang Sunda seusianya dipanggil ‘Teteh’ Tante Erna sangat cantik dengan kulitnya yang putih mulus. Perawakannya sedikit gemuk tetapi proposional menurutku. Bodynya, pantatnya dan payudaranya sangat besar untuk ukuran wanita seusianya yang belum pernah menyusui.
1014.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 483 kali sebagai gelar bangsawan sunda
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Fikri Mahmud
Kak Sm Aku minta tolong buatkan cover dengan judul Titisan Sangkuriang. Nama pena Fikri Mahmud Isi Seorang lelaki yang dulunya mengalami bullying karena anak seorang kuli bangunan. Namun, ada sebuah kejadian yang membuatnya memiliki kemampuan mengendalikan mahluk tak kasat Setting :2023
Cedar Karamy
Halo, Otor Gemes... Eh, salah, Otor Femes... Aku Neng Cedar Karamy, novelmu dah nyangkut keranjang. Mumpung masih 6 bab mau ku baca, nih. Soale kejar-kejaran baca novel sama nulis sama nonton Drakor...
Baca Semua Ulasan
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

Gelak tawa, suara pengamen, orang-orang berfoto, sampai tangis anak-anak saling bersahutan. Hampir seluruh rumah makan, kafe, pertokoan, dan pedestrian dipenuhi pengunjung. Angin berembus membelai rambut Sea yang baru saja turun dari mobil bersama suami, anak, dan asistennya. Mereka sampai di rumah makan tradisional yang menyajikan menu-menu khas adat Sunda. “Silakan.” Seorang pramusaji menyodorkan dua buah buku menu ketika keluarga Rain mengambil salah satu meja dengan empat kursi.
9.714.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 378 kali sebagai gelar bangsawan sunda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status