Suamiku Kuli Terhormat
“Eih, bukankah kau janji kita libur hari ini? Jadi anggap saja kita sedang istirahat dengan menghirup udara pagi di tepi jalan.”
“Istirahat dengan perut keroncongan dan antrian panjang?” protes Ahsin. “Bukankah kau tak suka banyak orang?”
“Ralat, tak suka dikelilingi. Sedang mereka, lihatlah mereka sibuk urusan mereka masing-masing.” Gea tertawa melihat wajah kesal Ahsin. “Makanya, isi dulu dengan ini.”
Gea menyodorkan tiga biji telur puyuh masak berwarna kehitaman yang ditusuk pada bilah lidi ke mulut Ahsin. “Coba deh, enak kok.”