Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cincin Pemikat Jodoh

Cincin Pemikat Jodoh

Gami mengembalikan topik setelah senyumnya dapat dikendalikan. “Emangnya kamu bisa megang gagang sikat?” Wira tidak yakin. Goresan sebanyak itu pasti akan menyulitkan Gami dalam menggenggam benda. Terlebih lagi yang terluka itu tangan kanan. Untuk meyakinkan Wira bahwa ucapannya benar, Gami pun mempraktikkan langsung. Meskipun tidak bisa maksimal, dia berhasil mengepalkan tangan.
7.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai gips tangan
Baca
+Pustaka
Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

“Sudah, nggak usah dipikir dulu, Mei. Kamu istirahat saja.” Mei membuka mata. Bibir pucatnya membentuk bulan sabit. Namun, detik berikutnya senyum itu berganti kernyit kesakitan. Ia ingin mengangkat tangan, tetapi terasa berat. “Tangan saya kenapa, Prof? Kok, nggak bisa diangkat?” “Lengan atas kamu patah. Jadi sekarang dipasang gips karena dokter belum mengoperasi. Mungkin besok atau lusa kamu operasi kedua.”
1044.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai gips tangan
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Terlarang

Terjebak Gairah Terlarang

Dia menatap ke arah tangannya dia tidak tahu jari mana yang harus dia masukkan. Tina membuka matanya. Dia melihat kebingungan pemuda polos di depannya ini. "Masukin jari tengahmu supaya panjang masuk dalam. Ayo cepat." Tina langsung membuka lebar-lebar pahanya siap untuk dimasuki oleh jari tangan anak muda ini. Gito mengangguk. Kemudian dia menekuk empat jarinya dan hanya membiarkan jari tengahnya saja yang mengacung.
37.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai gips tangan
Baca
+Pustaka
Tabir Kematian Sahabatku

Tabir Kematian Sahabatku

Tanpa banyak bicara dia menarik pergelangan tanganku. "Apa, sih?" Aku menarik kembali tangan, menjauh darinya. "Sini, saya lihat!" Dia kembali menarik pergelangan tanganku. Membawa diri ini untuk duduk di sofa dekat dinding. "Nggak usah sok peduli!" Aku bangkit dari sofa, tetapi Polisi Joshi menarikku untuk kembali duduk. "Ini harus segera diobati, jika tidak bisa infeksi. Nanti tanganmu bisa diamputasi," ucap Polisi Joshi dengan nada menakut-nakuti.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai gips tangan
Baca
+Pustaka
Lelakiku Sedingin Es

Lelakiku Sedingin Es

Anak itu menunjukan tangan yang diinfus. Ganis mengusap kepala Gagah dengan lembut. "Semua ini akan dilepaskan kalau Gagah sudah sembuh. Makanya Gagah tidak boleh gerak-gerakan tangannya lagi, ya? Supaya jarum yang ada di tangan Gagah ini tidak lepas kayak kemarin." Gagah melihat ke tangannya, mungkin ngeri mendengar ada jarum di sana. "Napa ndak lepasin, Mami?" tanyanya ingin tahu.
1050.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai gips tangan
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Sang Presdir

Pemuas Hasrat Sang Presdir

desisnya di telinga Gilea, "Kau akan segera membaik sayang." Tangannya yang biasanya memegang senjata kini bergerak dengan presisi berbeda—jempolnya menggosok perlahan di atas klitoris Gilea yang bengkak, dua jari lainnya masuk dengan dalam tapi terukur. Gilea menjerit, punggungnya melengkung dari air, tangan mencengkeram tepi bak marmer sampai buku-buku jarinya memutih.
1036.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai gips tangan
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah Muda

Terpaksa Menikah Muda

Melihat Aron yang hanya diam menyimak, dokter itu kembali membuka suara. “Menggunakan gips juga memberikan perlindungan fisik terhadap area yang terkena, dan mengurangi resiko cedera tambahan, Tuan,” jelas sang dokter. ”Selain itu, dapat memberikan rasa nyaman serta membantu mengurangi rasa sakit pada pasien.”
1072.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai gips tangan
Baca
+Pustaka
POLIGRAF

POLIGRAF

"Tangannya sudah begitu ketika kami menemukannya. Kami kurang yakin apa sebabnya, tapi kami berpendapat jari tangan Gendi patah karena terjepit sesuatu." Fikri memegang tangan itu tanpa ragu dan membawanya ke depan matanya untuk memelototinya. Citra sekali lagi diterjang rasa ngilu ketika jari tangan itu tampak nyata masih tergantung semata-mata mengandalkan otot dan daging saja, sedangkan tulang-tulang yang patah membuat tonjolan di lokasi yang tidak biasa. "Menurutmu apa yang menjepit tangan Gendi sampai patah begini?"
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai gips tangan
Baca
+Pustaka
Un-Desirable Marriage

Un-Desirable Marriage

“Tanganmu tidak boleh digerakkan dulu. Dan kau harus terus memakai gips di telapak tangan ini untuk dua bulan ke depan. Setelah itu boleh dilepas gipsnya, tapi tetap tidak boleh dipakai untuk memukul. Tulangnya bisa retak dan hancur lagi. Untuk keadaan tubuhmu yang lain, semua baik. Hanya lebam dan bengkak saja. Dalam beberapa hari akan kembali pulih seperti sedia kala.” Dokter yang berusia paruh baya itu menjelaskan dengan sabar. Setelahnya, dia menoleh pada Thalia. “Itu saja. Dua hari lagi dia sudah boleh pulang, tapi harap ekstra hati-hati pada tangannya itu.” “Iya, Dokter. Terima kasih.” Dokter kembali keluar dan dengan tangan kirinya, Jose segera meraih jemari Thalia. Dia menarik pelan
9.928.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 596 kali sebagai gips tangan
Baca
+Pustaka
Love by Choice

Love by Choice

Selain harganya mahal, berburu upil dengan tangan robotik pasti tidak semenyenangkan dengan tangan asli. Restu berdiri di belakang Gia masih bertelanjang dada. Dia terlihat cemas sampai tidak peduli deretan tahu di perutnya terekspos jelas. "Lepasin!" bentak Gia sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Restu. Genggaman Restu terlalu kuat. Bukannya lepas, gerakan Gia malah semakin membuat pergelangan tangannya pedih.
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai gips tangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status