Jarak Rindu
“Aku sahabatmu. Kamu pikir aku nggak lihat cara kalian saling menghindar tapi… juga nggak bisa berhenti untuk saling curi-curi pandang?”
Naya menatap permukaan teh, mengamati lingkaran buih di gelasnya. “Aku cuma kerja di sini, Keir. Sama seperti kamu.”
“Bedanya,” Keira meneguk minumannya, “aku nggak punya gelang sentimental yang bikin direktur operasional kita bengong sepersepuluh detik lebih lama dari seharusnya.”
Naya refleks meraih pergelangan tangannya. Gelang perak itu tersembunyi di balik lengan kemeja panjang, tapi rasanya seperti disorot lampu panggung.
Hot Chapters