Godaan Mama Muda
“Kamu pewaris tunggal sekarang, Kara. Semua milik kakekmu, Victor Lang, jatuh ke tanganmu. Ratusan miliar rupiah, rumah-rumah besar, perusahaan-perusahaan, bahkan saham di luar negeri. Tinggal bilang ‘ya’, dan kamu tidak perlu lagi hidup susah di rumah kecil itu.”
Kara menunduk, melihat surat wasiat asli yang masih dipegangnya. Tulisan tangan kakeknya yang dulu terasa dingin kini seperti janji kekayaan yang menggoda. Ia ingat bagaimana hidupnya selama ini—rumah kecil yang bocor kalau hujan deras, makan seadanya, dan ibunya yang selalu capek bekerja.