Godaan di Ruang Fitnes
Desahan mesumnya terdengar di telingaku, "Sayang, kenapa lama sekali? Aku kangen banget. Bagian bawah udah seperti mau kebakar, kau harus bantu aku redain."
Ini siapa? Jangan-jangan dia salah orang?
Aku tak berani bersuara, karena yang kulakukan juga tak terlalu pantas.
Kututup mulutku erat, berusaha melawan dengan tubuh, berharap dia mengerti penolakanku.
Tapi malah membuatnya semakin bergairah. "Sayang, hari ini kok semangat banget sih."
Eh... sepertinya ini bukan pertama kalinya mereka? Masa ganti orang saja dia tak bisa membedakan?