MAWAR
Pelupuk matanya menyipit melihat Nico yang masih berekspresi sama sejak tadi.
"Maksud saya, anda semakin tampan jika terus tersenyum seperti itu, membawa dampak positif bagi kami semua," Joan berdehem kecil.
"Cih! Jika saja kau bukan orang kepercayaanku, habis kau karena sudah mengataiku gila," Nico berdecih kesal.
Joan meringis, padahal dia hanya bermaksud bercanda tapi tuannya yang mudah tersinggung itu menanggapinya dengan serius, sungguh tidak asik sama sekali.