Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda
Belum sempat berbicara, Kayden sudah mengulurkan tangan, menarik pergelangan tangannya.
Dia memeriksanya berulang kali. Tatapannya sangat serius.
Di pergelangan tangan yang putih seperti porselen itu, ada bekas cakaran kuku, meninggalkan garis-garis luka berdarah. Ada juga bekas genggaman tangan, terlihat sangat dalam.
Sepertinya tenaga yang digunakan cukup besar. Kayden melepaskan tangannya, lalu memutar setir.
Sepanjang jalan dia tidak berbicara, tetapi alisnya terus berkerut, tidak pernah benar-benar mengendur.