MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN
Arkana tampak diam, tubuhnya menegang.
Langkah cepat menyusul di belakang Gusti. Itu Syifa. Nafasnya terengah, tubuhnya nyaris jatuh jika tidak segera berpegangan pada sisi kursi.
“Bah, tolong jangan ganggu acara ini,” pintanya lirih, matanya memohon.
Namun Gusti tidak peduli. Dengan gerakan tegas, ia mengeluarkan benda bergaris merah dari saku jaketnya—tespek. Ia acungkan tinggi-tinggi di hadapan semua orang.