Dosa dalam Cinta
Petir sesekali menyambar, menyinari sesaat siluet patung malaikat yang terukir di atas makam, memberi ilusi seakan sayap-sayap batu itu berkedut, ikut menangisi duka yang menggantung di udara.
Satrio berdiri membeku di hadapan pusara, matanya sembab, wajahnya pucat, bibirnya gemetar tanpa kata. Tubuhnya basah kuyup, hujan menetes dari rambutnya, menyatu dengan air mata yang tak lagi dapat dibedakan. Jemarinya yang gemetar menyentuh permukaan batu nisan, jemari yang dulu menggenggam tangan Citra kini hanya memegang dingin dan kehampaan. Napasnya berat, terputus-putus, seolah dunia mengurungnya dalam kepompong rasa sakit yang tak terdefinisi. Bibirnya bergerak dalam isak yang hampir tak terden
Hot Chapters