Susahnya Jadi Mas Joko
Dan tahu-tahu, tak berapa lama kemudian telah meninggal dunia akibat kankernya itu.
Aku menelan ludah, pahit, pahit sekali. Semua gambaran kesedihan telah terpetakan di dalam benakku. Serupa stepping stone di suatu taman, yaitu batu-batu alam yang tersusun supaya orang tidak menginjak rerumputan. Dari sini sampai ke ujung sana, stepping stone itu berjajar dan aku harus melewatinya selangkah demi selangkah; duka, lara, sedih, pedih, pilu..,
Cepat aku menghirup nafas untuk mengembalikan kesadaranku. Cepat pula aku menoleh pada Papa untuk mencari harapan baru yang mungkin saja masih ada yang tersisa.
Hot Chapters