Gairah Sang CEO Muda
Kevin gemetar hebat, air matanya jatuh membasahi seragam putih-merahnya.
Leo merasakan sesuatu yang bergejolak di dadanya. Itu bukan rasa takut, melainkan kemarahan yang tenang—jenis kemarahan yang sering ia lihat pada ayahnya, Daniel, ketika menghadapi ketidakadilan. Leo tahu ia seharusnya tetap menjadi "bayangan", tidak menarik perhatian, dan membiarkan urusan keluarga orang lain tetap menjadi urusan mereka. Namun, ia teringat kata-kata Bunda Laura: Kecerdasan tanpa kebaikan adalah senjata yang berbahaya.
Leo melangkah keluar dari balik pilar. Langkah kakinya yang kecil namun mantap bergema di lantai beton.