Hanya Pria Tak Berguna
Tentu saja dia tidak melukaiku, tetapi aku malah melukai sudut matanya.
Saat itu, aku menangis hingga mataku memerah sambil meminta maaf padanya. Padahal yang terluka dan harus diperban adalah Jevin, tetapi pada akhirnya pria itu yang menghiburku untuk waktu yang lama.
Sejak saat itu, dia selalu mengalah dalam segala hal padaku. Aku pikir dia takut aku akan melukai dirinya lagi.
Hingga hari ulang tahunku yang ke-18, Jevin memberikanku satu mobil penuh hadiah, lalu mengatakan sesuatu yang ambigu, "Sebenarnya, aku nggak hanya menganggapmu sebagai adikku."
Bab Populer