DENDAM
Kemudian Ibu Nunung meraihku dalam pelukannya, ia mengusap pelan rambut hitam panjang milikku.
"Ya Allah, Alia."
Hanya kata-kata itu yang ia ucapkan, aku semakin terisak dan sakit hati. Harusnya Ibuku yang kini memelukku, nyatanya malah orang lain.
"Al, kamu kenapa?" tanya Anton. Anak dari Nenenkku.
Umur Om anton delapan tahun, ia selalu sibuk kesana kemari, bermain bersama kawan-kawannnya.