PLAYER
“Aku nggak tau kamu sedih karena apa, tapi paling nggak aku mau bikin kamu lari dari kesedihanmu bentar aja. Nanti begitu udah balik dari Pulau Harapan, aku berharap kesedihanmu udah nggak mengganggu hidupmu, dan harapanmu tumbuh lagi.”
Arla tidak bisa tidak tertawa mendengar ucapan Ervin. “To much ‘harap’ in one sentence, Vin.”
“Karena harapan memang harus sebanyak itu, La.”
“Iya deh, iya. Lagi jadi mode motivator ya siang ini?”
“Iya, gara-gara ngelihat cewek nangis di parkiran.”
Arla memukul lengan Ervin hingga lelaki itu mengaduh, walaupun sebenarnya Arla yaki pukulannya tidak sekuat itu.
Hot Chapters