Mertuaku Racun Rumah Tanggaku
ucapnya lagi sembari menyodorkan boneka panda lucu berwarna pink itu pada Dinda.
Senyum anak itu semakin lebar. Matanya menatap takjub boneka cantik itu, buru- buru tangannya meraih boneka dari dokter Andrean.
"Wah, ini bagus sekali, Dokter. Sudah lama Dinda pengen boneka seperti ini, tapi…." Gadis kecil itu tak melanjutkan kalimatnya. Sejenak wajah Dinda menjadi murung. Sekelebat bayangan di masa lalunya mulai bermunculan. Dinda ingat betul, seperti apa reaksi papanya ketika Dinda merengek minta mainan. Jangankan membelikannya mainan bagus dan mahal, Dinda hanya ingin membeli mainan harga dua ribuan di abang- abang keliling saja pun papanya tak pernah mengizinkan.
Hot Chapters