Dua Puluh Tahun Dalam Sandiwara
"Itu memang salahku, aku mudah diprovokasi dan dihasut, aku jadi mudah emosi dan menyalahkan kalian padahal kalian tidak tahu apa apa. Aku sering mendatangimu untuk marah padahal kenyataannya aku hanya tahu isu lewat mulut orang lain, sekarang, aku sungguh menyesal, aku minta maaf, Mutiara."
"Iya, Mas. Aku juga sudah tidak dendam, Tuhan sendiri sudah membalasnya, yang jahat dapat karmanya sendiri."
Mendengar kalimatku pria itu hanya mengigit bibirnya.
"Apa aku sangat jahat."
"Tidak, jangan berpikir begitu, jahat atau tidaknya semuanya relatif tergantung sudut pandang yang melihatnya. Sama seperti hubungan, setiap pasangan punya tolok ukur kebahagiaan dan sejauh apa nilai pasangan mereka untu
Hot Chapters