Mayat di Atas Ranjang
“Percayakan semuanya kepadaku. Sudah kubilang, kita adalah kekasih, bukan? Biarkan aku mengurusmu, aku akan menjagamu.”
Anggita, meski separuh kekuatan hitamnya sudah musnah, masih bisa dia menyihir Hendi dengan alunan kata-katanya yang bagai simfoni indah. Anggita mendendangkan lagu serupa mantra. Nada demi nada yang digubahnya merasuki alam pikiran Hendi, membuat apa pun itu yang tengah berkecamuk di dalam kepalanya mengurai dan terburai. Sekejap, semua yang dirasakannya penting menjadi tidak berarti apa-apa.
“Anggita,” ujar Hendi sesaat sebelum akhirnya dia memejamkan mata, menyerahkan seluruh kesadarannya di dalam pelukan Anggita.
Hot Chapters