Virginity For Sale
Mengenakan seragam pelayan hitam putih dengan masker wajah dan rambutnya yang disanggul rapi, Helen tampak seperti bagian dari staf restoran, dan tak seorang pun mencurigainya.
Ketika melihat Raven yang sedang menjawab telepon di dekat balkon restoran, Helen tahu ini adalah kesempatan yang tak boleh disia-siakan.
Dengan langkah tenang namun tegas, ia menghampiri meja Maura sambil membawa botol wine.
“Permisi, Nona,” ucap Helen dengan suara tenang, menuangkan wine ke gelas Maura.
Maura hanya mengangguk sambil tersenyum, masih terhanyut dalam euforia lamarannya.
Hot Chapters