Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Dadakan Paman Nathen

Istri Dadakan Paman Nathen

Duduk dalam keadaan relung dilanda bingung yang begitu mengungkung, Helen saat ini sedang berada di kafetaria kampus, bersama Feli, Andrea dan juga Velyn. Menguasai satu meja yang ada di sekat jendela paling sudut dari area pintu masuk, Feli dan Andrea duduk saling bersebelahan, menghadap langsung pada Helen dan Velyn yang duduk saling bersebrangan – terhalang meja persegi panjang.
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 364 Times as helen's café
Read
+Library
Menjadi Ibu Susu untuk Bayi Kembar Sang Presdir

Menjadi Ibu Susu untuk Bayi Kembar Sang Presdir

Helen buru-buru membuka tas kecilnya dan mengeluarkan ponsel. "Maaf ya, Mas Reza." Ia memalingkan wajah, lalu menjawab panggilan itu. "Halo?" Suara dari seberang rupanya teman dekat Helen, yang rupanya ingin menemuinya di salah satu kafe dekat taman. Helen tampak sedikit gelisah, lalu setelah menutup panggilan itu, ia segera berdiri. "Mas Reza, maaf banget, aku duluan ya. Ini aku ada perlu, mau ketemu temen. Mendadak banget dia minta dia," ucap Helen cepat sambil merapikan tasnya.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as helen's café
Read
+Library
Bukan Mauku Menjadi Istri Kedua

Bukan Mauku Menjadi Istri Kedua

Dia pun kembali menyeruput, hingga air kopi menyusut cepat. Emma tidak dapat menyembunyikan kekagetan melihat tingkah besannya ini. Tidak biasanya Helen minum kopi seperti minum air putih begitu. Apa karena sudah dingin? “Coba kue yang ini, Jeng, enak sekali,” ujar Emma. Dia mengangkat satu toples kue dan menyodorkan kepada Helen. “Terima kasih, Emma. Tapi aku minta maaf, aku harus pergi sebentar. Ada sedikit keperluan dengan teman lama,” ucap Helen lagi. Dia berdiri.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as helen's café
Read
+Library
Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi

Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi

Helen dengan sangat natural langsung duduk di hadapannya, lalu menuangkan kopi untuknya. Shane menyesapnya, terlalu pahit. Lambungnya sensitif dan Geisha tidak pernah sekali pun menyajikan kopi untuknya. Wanita itu selalu menyiapkan susu hangat atau teh yang ringan. "Anak-anak bilang mereka ingin makan panekuk buatanku, jadi aku mencoba membuatnya," kata Helen sambil memotong makanan di piringnya, nadanya terdengar riang. "Mereka suka sekali, bahkan katanya jauh lebih enak daripada beli di luar."
10.0K viewsCompletedAdded to Library 291 Times as helen's café
Read
+Library
Dikira Gadis Kampungan Ternyata Sultan

Dikira Gadis Kampungan Ternyata Sultan

Dirasa sudah tidak ada hal penting, Helen pun kembali menghadap ke depan. Sedangkan laki-laki gagah di belakang Helen hanya menatap datar pada jendela yang menampakan pemandangan sore yang mulai gelap. Sepertinya akan turun hujan. Beberapa menit setelahnya mobil mewah tersebut sampai di halaman cafe di mana parfin sudah menunggu sejak tadi. Tak ingin membuang waktu, dua orang tersebut keluar dan berjalan beriringan memasuki cafe.
10128.2K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as helen's café
Show Reviews (16)
Read
+Library
Khusnul Tikwati
Kalau aku jadi syakila, udah aku obra abrik pesta pertunangan kamil dan mengatakan pada tamu undangan kalau kamil cuma seorang pembohong dan penipu. biar tahu rasa ksluarga itu. lanjut ya ka. jangan lama² updatenya
Harun Zaki
sudah baca sampai selesai, tapi ceritanya masih menggantung. ada beberapa yang belum tuntas 1. bagaimana kelanjutan kasus yang menimpa Maharani dgn suaminya 2. kelanjutan keluarga Kamil 3. happy ending tokok utama dalam cerita ini
Read All Reviews
Wanita Hamil di Rumah Mertua

Wanita Hamil di Rumah Mertua

Wanita paruh baya itu mengangguk dan menyahut, "Baik, Pak." Setengah berlari, Bik Asih menuju dapur dan mengerjakan apa perintah Tuannya. Segelas teh hangat beraroma melati berada di atas nampan. Dengan hati-hati Bik Asih meletakkan gelas untuk Helena di atas meja. "Minum dulu, Len." Hazel mengangsurkan gelas mungil itu tepat ke hadapan Helen. "Minumlah sedikit agar lebih tenang."
1031.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as helen's café
Read
+Library
Prince Of Love

Prince Of Love

Berdua mereka berjalan bergandengan tangan menuju ke tempat Zona dan Helen. “Kak Helen cantik banget malam ini, selamat ya, Kak,” puji Cia sambil memeluk erat Helen yang malam itu mengenakan baju feminim berpotongan sederhana dengan warna putih yang sangat cocok di tubuhnya, membuatnya tampak elegan dan sangat berkelas dengan sebuah tiara mungil tersemat cantik di rambut hitamnya. Secara bergantian Aka juga memeluk Helen calon kakak iparnya.
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 431 Times as helen's café
Read
+Library
Jenderal Naga

Jenderal Naga

“Emm, bisa.” Yani melempar kunci mobil, lalu memerintah, “Helen pulang hari ini. Kamu jemput dia pakai mobil Hendro.” Chandra menggaruk kepalanya dan bertanya, “Helen? Siapa dia?” Nova yang berada di samping Chandra pun menjelaskan, “Dia itu adik sepupuku, namanya Helen Sinjaya. Dia baru saja tamat kuliah, dan magang di luar kota. Sekarang dia berencana untuk mengembangkan kariernya di Rivera.”
9.11.9M viewsCompletedAdded to Library 72.8K Times as helen's café
Show Reviews (252)
Read
+Library
Kaisar Dewa
Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Bercerai tentang seorang menantu laki-laki mantan dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya.  Terimakasih banyak ...️ ...️ ...️ 
Jack
coba yg baca nya udah jauh minta bocoran sebelum sy terlanjur kecewa di tengah2,soalnya jengkeli sm cerita yg isi ny berulang2 (penghinaan), seperti yg berjudul MENANTU PAHLAWAN NEGARA yg tidak saya lanjut baca karena jengkel.padahal baca nya selalu nunggu update saking jauh nya cerita yg dibaca
Read All Reviews
Bukan Mimpi, Aku Kembali

Bukan Mimpi, Aku Kembali

Suasana cafe terbilang sepi saat Aruna datang dan memesan secangkir coklat panas dan lemon tea. Dia turut menginginkan ruangan privat. Hampir 10 menit menunggu, Helena datang dengan penampilan serba tertutup. Wajahnya tampak sayu seperti orang kurang istirahat. Bibir yang biasanya dipoles merah merona kini tampak pucat. Aruna sedikit miris melihatnya, baru beberapa hari keluar dari rumahnya, penampilan Helena bisa berubah drastis.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as helen's café
Read
+Library
Pernikahan tak diinginkan

Pernikahan tak diinginkan

Ia kembali mencatat beberapa barang yang akan menjadi daftar belanjanya di hari ini. "Yup. Kau lihat sendiri. Dia duduk di tempat yang sama." Selesai dengan daftar belanjanya, wanita itu menerima nampan dari arah dapur. Tampak roti polos yang baru matang mengepulkan asap panas. Ia pun menambahkan segelas kopi hitam dan mengangkatnya. "Berikan padaku." Permintaan itu membuat alis Helen terangkat. Ia menatap pelayan wanita yang baru bekerja di cafe ini sekitar 2 bulan yang lalu.
9.38.4K viewsCompletedAdded to Library 193 Times as helen's café
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status