Dear Helva
Salah apa dia sampai tidak beruntung di hari terakhir masa osientasinya sebagai mahasiswa baru, padahal, sejauh ini tidak terlibat masalah dengan siapa pun, dan Helva tidak mengerti itu.
Sepertinya dia memang tidak tahu apa pun tentang kampusnya sekarang. Dia hanya bersyukur bisa meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi meskipun bukan di kampus idamannya. Mendengar ada yang mampu membiayainya saja dia sudah lebih dari bersyukur, bahkan, terbesit dalam benak untuk membalas kebaikan orang tersebut. Namun, sepertinya masa perkuliahannya tidak akan semulus itu. Mungkinkah takdir telah tergariskan sebuah kehidupan yang penuh liku untuknya? Entah, yang pasti, Helva tidak mengetahui ap
Hot Chapters