Hati yang Terbagi
Mutiara Sukmabelahan hatiBaik Hatilirik takkan pisah walijeritan hatiku
lirih suara itu berasal dari bed rumah sakit yang di atasnya ada Mama yang menatap ke arahku.
"Mama? Alhamdulillah, ya Allah... Mama sudah sadar."
Aku mencium tangan Mama, takzim.
"Makasih, ya, Sayang. Irma, makasih kamu telah merawat, Mbak."ujar Mama lemah.
Aku tak sanggup berkata, dada terasa sesak menahan haru. Tante Irma juga sama, kini air mata bahagia menetes di pipinya yang sudah tak lagi muda itu.