Hayu
“Yu, sebentar, saya harus terima telepon penting dulu.”
Hayu mengangguk pasrah, toh memang sudah biasa atasannya itu menerima telepon ketika mereka sedang bersama. “Eh, kenapa, aku merasa kehilangan, ini seperti adegan sepasang kekasih.”
Hayu memukul keningnya pelan, menyadarkan dirinya tentang apa yang barusan dia gumamkan. “Mungkin aku sudah nggak waras, sampai-sampai berbicara seperti itu, untung saja tak ada yang mendengarnya, bisa malu tujuh turunan.”
Hot Chapters