Syahadat Cinta
“Saat dia menemuiku di hari kelulusanku, aku juga tidak tahu kenapa aku begitu saja menerimanya. Cinta, aku sama sekali tidak mengerti tentang perasaan yang aku rasakan. Ya, aku nyaman berada di dekatnya, tapi tentu saja itu tidak bisa menandakan bahwa aku mencintainya. Ketika aku tahu latar belakang dirinya dan kewajiban dia untuk meneruskan pondok pesantren, keraguanku mulai muncul. Hari itu teman sekamarku menyadarkanku, jika kita mencintai seseorang kita harus bisa menerima apa pun keadaan orang yang kita cintai dan keluarganya. Jika kita mencintai seseorang kita harus bisa menjadi diri sendiri bukan orang lain. Pasangan kita harus bisa menerima baik buruknya diri kita, bukan hanya mener
Hot Chapters