Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Suami Flash Sale

Suami Flash Sale

Sakha memandangi Sabrina dan berkata dengan acuh tak acuh. “Saya ingin bertanya kepada orang yang bertanggung jawab, bagaimana hotel Monalisa Sweet bisa merekrut karyawan seperti kamu, Sabrina? Bahkan seseorang dengan mulut penuh kotoran, apakah mereka masih pantas untuk direkrut di hotel ini?” kata Sakha penuh penekanan dan menatap tajam pada Sabrina. “Kau, berani sekali mengataiku seperti itu, sialan! Apakah kamu tidak ingin hidup lagi, hah!” semprot Sabrina menggeram marah.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as hotel sabrina
Read
+Library
Bayi Mungil di Depan Pintu : Mama, Tolong Diterima

Bayi Mungil di Depan Pintu : Mama, Tolong Diterima

Sabrina telah memesan hotel bintang 5 untuk makan malam. Ketika mereka tiba di hotel, mereka melihat bahwa Xilia dan keluarga sudah menunggu di lobi. Begitu mereka melihat Sabrina dan yang lainnya tiba, Tuan Yoel dan Nyonya Yoel membawa Xilia untuk menyambut mereka. "Old Xavier, kami datang tanpa diundang, kami harap kamu bisa mengerti." Tuan Yoel berkata dengan sedikit malu.
9.61.2M viewsCompletedAdded to Library 41.7K Times as hotel sabrina
Show Reviews (202)
Read
+Library
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
Ayusqie
Di luar hujan, numpang neduh ya kak author. Siapa tau kaka2 di sini mau neduh juga di karyaku, judulnya SUSAHNYA JADI MAS JOKO, author Ayusqie.        Pecah nih, kak. Romancenya bikin ngilu, kocaknya menggelitik, n sedihnya bikin mewek. Silahkan mampir ya kak. Terima kasih kk author dan kk2 semua.
Read All Reviews
Teror Ghaib

Teror Ghaib

Meskipun di sore hari dengan sinar matahari yang masih sangat terang, udara di sekitar villa itu sama sekali tak terasa panas. “Teman-teman, di villa ini ada sepuluh kamar dan semuanya kosong karena seisi villa sudah ku-booking untuk acaraku,” kata Sabrina ketika semua orang turun dari mobil, “Satu kamar bisa untuk dua orang dan kalian bisa memilih kamar mana pun yang kalian suka.” Semua orang mengangguk paham. Sabrina dan kedua temannya lalu berjalan lebih dulu. “Perasaanku nggak enak deh,” kata Tony yang berjalan di samping Emma, “kamu gitu juga nggak?”
3.7K viewsCompletedAdded to Library 148 Times as hotel sabrina
Read
+Library
Safira Aswanta

Safira Aswanta

Tidak apa kalau yang berwarna hitam, warna hitam itu netral masuk ke warna setelan baju berwarna apapun pikir Safira. Setelah mereka mampir ke beberapa toko tidak terasa hari sudah malam. Daren memita Safira untuk makan malam terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah. Tidak jauh dari Mall tersebut mereka mampir ke salah satu restauran terkenal dengan hidangan seafoodnya. Kebetulan Safira dan Daren sama-sama suka makanan hidangan laut. Jadi, mereka langsung memesan sambil menunggu, mereka juga sambil mengobrol tentang kesibukan mereka di tempat kerja masing-masing.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as hotel sabrina
Read
+Library
SKANDAL PANAS NONA MUDA

SKANDAL PANAS NONA MUDA

Sabrina menambahkan kalimat terakhir. "Kebetulan The Crystal juga baru didesain ulang. Belum beres sepenuhnya. Jadi maaf, kami tidak bisa menampungmu. Begitu kan, sayang?" Ivana menoleh ke arah lengannya yang diremas lembut. Kemudian dia beralih pada Zack yang tengah memandangnya. "Untuk hari ini saja. Aku terlalu lelah untuk mencari hotel. Lagi pula tempat ini jauh dari pusat kota. Susah untuk dapat taksi," kilah Sabrina mencari alasan.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 361 Times as hotel sabrina
Read
+Library
No, it's You!

No, it's You!

“Yep, itu artinya kamu harus bergerak cepat mulai sekarang!” Nia langsung berlari terbirit-birit ke arah mejanya, bagaimana dia bisa mengeksekusi mission impossible ini? Mungkin dia harus meminta bantuan Ethan hunt! ***** “Ke Singapore?!” kata Sabrina hampir berteriak ketika mereka sudah berada di dalam carteran pesawat pribadi yang sedang bersiap untuk lepas landas dari bandara. Seperti kata Samudra dia sudah berada di apartemen pria itu jam 3 sore, menemukan beberapa pilihan gaun malam tergantung menyambutnya di ruangan tamu. Dia memilih gaun tulle berwarna biru gelap, dengan kedua lengan tergantung di samping membiarkan pundaknya terbuka indah. Setiap gaun disertai dengan padanan tas tang
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 258 Times as hotel sabrina
Read
+Library
Sabitah

Sabitah

Reandra mencoba tersenyum tipis. “Aku harap kau bisa memahami keadaanku. Karena sikapku yang seperti ini semata-mata agar aku segera bisa mengeluarkan adikku dari tempat entah di mana itu,” ucap Juna. “Adik?” “Ya. Adik yang sangat aku sayangi, Sabitah Nayanika....” ***
102.6K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as hotel sabrina
Read
+Library
Mahkota Yang Terenggut

Mahkota Yang Terenggut

Karina berdiri di sana dengan ekspresi penuh simpati. “Boleh aku masuk?” tanya Karina dengan lembut. Sabrina tidak punya alasan untuk menolak, jadi ia mengangguk pelan dan membiarkan Karina masuk. Karina melihat sekeliling kamar. Tidak ada dekorasi mewah seperti di kamarnya. Tidak ada parfum lembut yang menenangkan. Tidak ada tanda-tanda kebahagiaan seorang istri yang dicintai suaminya.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as hotel sabrina
Read
+Library
Terjebak Dendam dan Gairah

Terjebak Dendam dan Gairah

Sabrina tak pernah terima ditolak. Setibanya di Tokyo, mereka langsung menuju hotel. Kana memesan dua kamar terpisah, satu untuk dirinya dan Felix, satu lagi untuk Sabrina. Namun, Sabrina menolak. “Aku mau tidur denganmu,” rengeknya. “Aku nggak suka tidur sendirian di tempat asing.” Kana menatapnya dengan tatapan tegas. “Sabrina, kita ke sini untuk bekerja, bukan—”
1033.8K viewsCompletedAdded to Library 879 Times as hotel sabrina
Read
+Library
Mendadak jadi Ibu

Mendadak jadi Ibu

Sabrina yang kesal bahkan tak menyadari arah yang berbeda dari biasanya. "Nyonya kita sudah sampai," ucap pak Tono. "Oh iya, makasih pak ya," ucap Sabrina tanpa melihat sekitarnya. Sungguh terkejut Sabrina saat ia turun dari mobil dan sudah ada beberapa petugas hotel yang menyambutnya. Tak hanya sambutan, bahkan mereka juga menyiapkan buket mawar merah kesukaannya. Dengan penuh rasa heran ia hanya bisa menuruti para petugas yang menuntunya disetiap jalan.
9.9379.5K viewsCompletedAdded to Library 11.4K Times as hotel sabrina
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status