Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander
Sebagian kagum, sebagian lagi iri melihat pesona alami wanita yang selama ini jarang muncul di publik.
Tak butuh lama, sekelompok sosialita menghampiri Sabrina. “Nyonya Castellvain, ayo ikut ke meja kami. Semua sudah berkumpul, kita butuh tuan rumah yang sesungguhnya.” Sabrina tersenyum anggun, lalu menoleh pada putra dan menantunya. “Mama tinggal dulu. Tidak apa-apa, kan?”
Selina mengangguk sopan, Zander hanya menjawab dengan anggukan singkat meski matanya masih awas mengawasi sekitar. Sabrina digeret gerombolan sosialita itu ke barang-barang yang nantinya akan dilelang.
Hot Chapters