Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
FEMININ

FEMININ

Dan satu tarikkan Kreekkkkk!! Gaun Femi terobek, Jee pun membuka celananya. Mendorong Femi jatuh ke ranjang. Femi sudah berusaha keras minta tolong dan minta di hentikan, tapi Jee tak mengindahkannya. Tanpa pemanasan ataupun penetrasi, Senjata Jee masuk kedalam punya Femi yang dijaganya berharga Femi pun meringis kesakitan, ada darah mengalir di bawahnya. Tapi Jee tak perduli. Jee tetap menuntaskan hasratnya, sampai akhirnya mereka lelah dan tertidur bersama
4.8K viewsOngoingAdded to Library 163 Times as Humoris
Read
+Library
Remorse

Remorse

Nadya hanya mengangguk kecil menyetujui ucapannya. “Mana panas lagi,” Rutuk Mei menempelkan botol dingin itu kepipinya. “Jorok banget sih,” Fera merespon dengan tatapan jijik. “Apa mau?” Dengan tatapan tajam Mei mengacungkan minumannya yang kini tinggal setengah. “Seksi!” Kansa berujar kencang, kemudian menutup mulutnya yang tidak memiliki sopan santun itu.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as Humoris
Read
+Library
PHOSPENE

PHOSPENE

BAB 2 Phospene adalah sensasi visual yang terjadi saat mata dalam keadaan istirahat Atau menutup mata sehingga pandangan menjadi gelap di sertai kilatan cahaya berwarna putih. Aku menutup mataku, sensasi phospene sangat indah bagiku, karena kau hadir disana bersama senyum itu. Kita berbicara, hal yang bahkan aku tidak bisa bayangkan sebelumnya. Kau tahu? Malam selalu menjadi sebuah ironi bagiku. Ketika semua orang beranjak untuk memasuki alam mimpi, berlalu dengan waktu untuk merebahkan diri karena sepanjang hari di guncang dengan banyaknya kejadian yang semesta ciptakan, tapi aku malah sebaiknya. Aku tidak ingin cepat rehat melupakan tentang hari ini, tentang kamu. Setiap malam tiba, aku ha
2.0K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as Humoris
Read
+Library
HUMAIRA

HUMAIRA

Darah segar mulai keluar dari hidungnya. "Tidak mau. Humaira tidak boleh pergi!" Tegas Dito. "Ayah harus janji tidak akan sedih! Humaira sayang Ayah" Suara Humaira mulai lemah. "Humaira?" Dito mulai curiga dengan nada suara Humaira yang pelan. Kemudian senyap. "Humaira?" Humaira tidak menjawab panggilan Dito. Dito menghentikan langkahnya. Diturunkannya Humaira dari punggungnya. Badan Humaira lunglai tak berdaya. Dito terkejut melihat ada darah di wajah Humaira. "Humaira bangun!!!" Pinta Dito sambil menepuk-nepuk pipi Humaira. Dito memeriksa nafas Humaira, diletakkannya telunjuknya di depan hidung Humaira. Tak ada nafas. Ya, Humaira telah pergi. "Humaira, Ayah mohon!!! Bangun!!!" Dito memeluk
103.4K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as Humoris
Read
+Library
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Ketika Sheila sibuk dengan pekerjaan hingga hampir tertekan, Hugo akan memberinya saran, "Kamu bisa minum alkohol? Tiap kali tertekan, aku bakal minum anggur untuk menghibur diriku sendiri." "Meski jadi pekerja keras, kita juga harus jadi pekerja keras yang bahagia, bisa cari hiburan sendiri." "Pfft." Kata-katanya yang jenaka dan lucu membuat Sheila tertawa. ‘Gimana mungkin Hugo jadi pekerja keras?’ ‘Dia itu anak emas.’ Dengan Hugo yang menghiburnya, minggu ini Sheila berjalan relatif lancar. Tapi Andi sudah tidak sabar.
36.2K viewsCompletedAdded to Library 903 Times as Humoris
Read
+Library
Scorvio

Scorvio

Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE.
358 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as Humoris
Read
+Library
Penyesalan

Penyesalan

Dan ia pun duduk di depan gadis itu. "Minum dulu," tawar Reno sambil mendorong segelas Mojito dalam gelas Collins yang terlihat begitu menyegarkan. Potongan lemon dan mintnya meyakinkan Alisya bahwa itu adalah minuman yang ia inginkan di siang yang terik ini. Alisya pun meneguknya tanpa sungkan. Selama mereka makan, Reno terus saja menggenggam tangan Alisya. Ia tidak melepaskannya sama sekali.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 167 Times as Humoris
Read
+Library
Passionate Devil: Selir yang Terluka

Passionate Devil: Selir yang Terluka

Pria itu telah mengakhiri semburan kecil, kemudian spiral gelembung akan naik ke permukaan untuk meledakkan pesonanya. Avanthe terus terpaku untuk beberapa saat pada gelas yang terisi separuh, lalu Hores menenggaknya dalam satu tengukan. Rasanya akan sangat membakar di sana. Dia meringis memikirkan itu, tidak tahu sejak kapan Hores mulai menyukai cairan fermentasi anggur, tetapi itu lagi – lagi menegaskan bahwa pria yang diamati saat ini telah mengimbangi porsi manusia.
1010.9K viewsOn holdAdded to Library 218 Times as Humoris
Read
+Library
Dijodohin

Dijodohin

Gw tersenyum percaya diri. Mas Alvin terdiam, menatap gw. Membuat gw jadi Salah tingkah ditatap oleh Mas Alvin. "Kenapa?" tanya gw. "Gak pa-pa. Mas cuma membayangkan saja kalau Salsa beneran hamil, pasti tambah cantik." "Ahhh, Mas ma, bisa aja bikin aku melayang." Gw langsung buang wajah. Mas Alvin ketawa. "Benar tau, kalau ibu hamil tuh auranya beda."
109.1K viewsOngoingAdded to Library 191 Times as Humoris
Read
+Library
LORO

LORO

Ia tidak cukup suka disebut dengan kata 'Aneh' karena baginya ia normal dengan segala kewarasan yang berusaha ia yakini. "Kau, satu-satunya orang yang tidak menuntut banyak pada orang lain. Kau melakukan sesuatu sesukamu, dan kau mengeluarkan emosi semaumu. Aku merasa lebih hidup juga bersemangat karenamu." "Sok puitis!" Zahra mengusap puncak kepala Hans. Ia menelengkan kepalanya di atas kepala kuda itu.
104.1K viewsOn holdAdded to Library 102 Times as Humoris
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status